Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Hukum

Berkedok Toko Farmasi, Polisi Temukan Ribuan Pil Tramadol dan Eximer

Published

on

Bekasi, Realitarakyat.com – Polres Bekasi mengamankan tiga orang penjual pil jenis tramadol dan eximer di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Ketiganya diringkus saat petugas melakukan penggerebekan di toko farmasi yang berlokasi di Kampung Kandang, Sukaraya, Karang Bahagia, Bekasi, Sabtu lalu.

Dari pelaku, polisi menyita bungkus plastik dan toples berisi 3.020 butir tramadol dan 4.007 butir eximer.

“Mereka kami tangkap atas informasi warga yang resah akan aktivitas toko farmasi itu melakukan jual beli obat keras tanpa izin,” kata Kasubag Humas Polres Metro Bekasi AKP Sunardi, Rabu (14/8/2019).

Toko farmasi yang digerebek petugas tersebut juga tidak memiliki izin, bahkan izin yang dicantumkan adalah izin palsu.

“Memang tidak berizin juga, kedoknya sebagai toko farmasi tapi utamanya jual beli obat keras itu secara bebas,” kata dia.

Tak hanya itu, polisi juga menyita uang puluhan juta. Itu berdasarkan hasil penggeledahan pasca penggerebakan.

“Saat penggerebekan di toko itu kita amankan ribuan butir obat keras dan uang tunai hasil penjualan sekitar Rp 16 juta,” kata dia.

Sejauh ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kepemilikan toko tersebut berikut penyuplai obat keras di toko itu.

“Kita masih dalami tersangka lain, berdasarkan pengakuannya toko itu bukan miliknya dan ada yang kirim barang itu,” katanya.

Atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 196 juncto pasal 197 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.

Ketiga pengedar yang ditangkap itu bernama Arif (23), Agung Saputra (23), dan Dessy Ramada (21). [yus/ipg]

Baca Juga :   LPSK: PLAT Jangan Jadi ‘Kuburan’ bagi Anak
Advertisement
Loading...
Loading…