Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Politik

Tambahan Kursi Pimpinan MPR, Pengamat: Terkesan Hanya Mengejar Kekuasaan

Published

on

Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komaruddin.

Jakarta, Realitarakyat.com – Mencuatnya usulan mengenai penambahan kursi pimpinan MPR RI menjadi 10, terus mendapat tanggapan dari publik. Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komaruddin mengatakan, pemikiran tentang penambahan tersebut, terkesan hanya mengejar kepentingan kekuasaan.

“Hanya memikirkan kursi jabatan saja. Karena hanya ingin berkuasa dan dapat kursi pimpinan MPR. Aturan pun ingin diotak-atik dan diubah,” kata Ujang saat dihubungi Realitarakyat.com, Selasa (13/8/2019).

Dia pun berseloroh, kenapa tidak sekalian usulan kursi pimpinan mencapai 20 kursi sekalian. Menurut dia, dalam berpolitik tidak kemudian harus mengakomodir semua kepentingan para pihak, dalam hal ini partai politik (parpol).

“Berpolitik itu tidak harus mengakomodir semua kepentingan partai demi ingin dapat jabatan,” ujarnya menambahkan.

Lebih baik, sambung dia, partai politik bertarung saja dengan paket plus dari unsur DPD RI untuk memperebutkan kursi pimpinan lembaga negara empat pilar tersebut. Sehingga, tidak perlu melakukan revisi UU MD3, yang dinilai sudah proporsinal mengatur jumlah kursi pimpinan MPR.

“Bertarung saja dengan paket kursi pimpinan yang ada. Jika kalah ya sudah, karena politik kan tak harus selalu menang. Jangan karena sudah tau akan kalah dan tidak memiliki bargaining politik. Partai politik meminta semuanya dapat kursi pimpinan yaitu 10,” ucap dia.

“Tapi itu kan hanya usulan partai tertentu. Belum tentu diterima (partai lainnya). Dan seandainya usulan tersebut diterima itu menandakan bahwa mereka hanya ingin cari dan bagi-bagi jabatan saja,” pungkas Ujang. (zal/ndi)

Baca Juga :   Muqowam Sebut Demokrasi Pancasila Sistem Terbaik Buat Indonesia
Advertisement
Loading...
Loading…