Connect with us

Politik

Misbakhun Harap Tax Amnesty Jilid II Lebih Baik Dari Sebelumnya

Published

on

Jakarta, Realitarakyat.com – Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mengingatkan pemerintah agar menyusun konsep mengenai wacana pemberlakuan pengampunan pajak atau tax amnesty jilid II secara matang dalam rangka menutup kelemahan pada program sebelumnya.

Dirinya berpandangan ide tetang pengampunan pajak bisa menjadi terobosan lanjutan dalam rangka penambahan penerimaan negara.

“Tax amnesty jilid kedua ini merupakan gagasan yang bisa menjadi terobosan. Kami di DPR, terutama saya pribadi menilai gagasan itu harus memperoleh dukungan politik dan dijelaskan ke publik secara baik,” kata Misbakhun dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Tidak hanya itu, politikus Golkar ini berpendapa tax amnesty jilid II harus didasari pemikiran kuat dengan alasan tepat. Misbakhun menegaskan, dasar pemikiran dan alasan tentang perlunya tax amnesty jilid II harus disampaikan secara baik kepada publik.

“Itulah yang menjadi tantangan besar bagi pemerintah kalau desain dan konsep tax amnesty. Jangan sampai dasar pemikiran dan alasan tax amnesty jilid II itu tidak terjelaskan dengan baik,” ujarnya.

Ia mencontohkan, di negara lain juga ada yang menerapkan beberapa kali tax amnesty. Seperti Afrika Selatan misalnya. Misbakhun mengatakan Afrika telah melaksanakan dua kali tax amnesty sejak berakhirnya politik apartheid pada awal 1990-an.

“Italia juga melaksanakan tax amnesty secara berkesinambungan. Beberapa negara bagian di Amerika Serikat juga melaksanakan tax amnesty tidak hanya sekali, tetapi tetapi berkali-kali,” kata dia.

Kendati demikian, Misbakhun juga memberikan sejumlah catatan bagi pemerintahan Presiden Jokowi bila hendak mengulangi program tax amnesty. Menurutnya, tax amensty jilid I yang cukup berhasil, masih memiliki setidaknya dua kelemahan.

Pertama, kata Misbakhun, jangka waktu tax amnesty jilid pertama relatif singkat. “Sehingga ada ketergesa-gesaan di kalangan wajib pajak.”

Kelemahan kedua pada tax amnesty jilid pertama adalah sosialisasinya. “Jangka waktu yang singkat dan sosialisasi yang kurang itu memunculkan keraguan di kalangan pembayar pajak, terutama aspek kepastian hukumnya,” katanya. [zal/ipg]

Loading...
Loading...

Nasional

KY Usulkan 10 Nama, Komisi III Setujui 8 Calon Hakim Agung

Published

on

Continue Reading

Nasional

Tanpa Gus Dur Barongsai Tidak Bisa Turun ke Jalan di Indonesia

Published

on

Continue Reading

Politik

PKB: Imlek Kado Gus Dur Bagi Kebhinekaan Bangsa Indonesia

Published

on

Continue Reading
Loading...




Loading…

#Trending