Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Hukum

Mengaku Tak Tahu soal Aborsi, Pria Ini Minta Status Tersangka Tunangannya Dicabut

Published

on

Bekasi, Realitarakyat.com – Bidan berinisial MPN, yang ikut ditangkap oleh pihak Kepolisian Sektor Tambun, Bekasi, Jawa Barat dianggap tidak terlibat dalam kasus aborsi di Klinik Aditama Media II.

Itu disampaikan tunangan MPN, AG (25) tahun. MPN saat ini sudah menyandang status tersangka atas kasus aborsi. Dia ditetapkan tersangka bersama tiga lainnya yakni HF merupakan pemilik klinik, teman dekat HM berinisial WS yang mengantarkannya ke klinik tersebut.

“Saat itu tunangan saya hanya menjadi pendamping, hanya menyiapkan alat dan pembersih alat. (Dia) enggak tau kalau Pak Alfian lakukan aborsi, yang diketahui hanya kuret. Tuanangan saya bekerja sesuai dengan arahan pemilik klinik, engak tahu menahu soal aborsi,” kata AG di Bekasi, Selasa (13/8/2019).

Berdasarkan cerita MPN, lanjut AG, tunangannya memang yang melakukan pelayanan adiministrasi. Awalnya, HM (pelaku aborsi) tiba di klinik bersama seorang bidan.

“Sebelum datang ke klinik, bidan Yuli sudah konfirmasi lebih dulu ke Pak Alfian selaku pemilik klinik,” kata dia.

Selama bekerja di klinik tersebut, diakui AG, tunanganya itu baru tahu bahwa pemilik klinik tersebut melayani aborsi. Biasanya, lanjut dia, pasien yang datang ke klinik tersebut hanya berobat biasa.

Dia meminta agar Polsek Tambun bisa mencabut status tersangka itu. Karena selama ini, tunanganya hanya sebagai pendamping pemilik klinik.

“Saya memohon kepada pihak kepolisian untuk mencabut status tersangka tunangan saya, dia (tunangannya) tidak tahu apa-apa. Hanya menjalankan tugas sebagai pendamping,” kata dia. (yus/ndi)

Baca Juga :   Tiga Tahun Beroperasi, Pemilik Klinik "Ngaku" Baru Menangani Aborsi
Advertisement
Loading...
Loading…