Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Daerah

Ini Penyebab Rapat Pleno Penetapan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Diundur

Published

on

Bekasi, Realitarakyat.com – Rapat pleno penetapan anggota DPRD Kabupaten Bekasi diundur sampai batas waktu yang belum ditentukan. Hal tersebut dikarenakan masih adanya proses gugatan PHPU oleh Mahkamah Konstitusi yang belum tuntas.

Mundurnya pleno penetapan anggota DPRD Kabupaten Bekasi periode 2019-2024 berdasarkan putusan PHPU Nomor 199-05-12/PHPU.DPR-DPRD/XVII/2019.

Dalam putusan MK itu ada tujuh putusan gugatan di Kabupaten Bekasi. Dari tujuh gugatan enam di antaranya tidak diterima atau ditolak. Sementara satu gugatan yang dilayangkan Partai Nasdem dari daerah pemilihan dua atas nama Ranio Abadillah diterima sebagian.

“Untuk itu kita akan menyampaikan kepada KPU RI terkait dengan permohonan petunjuk teknis penyandingannya karena memang yang diperintah MK itu KPU RI bukan KPU Kabupaten Bekasi, tadi kita sampaikan ke forum saat rapat,” kata Ketua KPU Kabupaten Bekasi, Jajang Wahyudin, Senin (12/8/2019).

Amar putusan itu menyebut KPU diperintahkan untuk melakukan penyandingan data pada formulir C1 dengan C1 plano untuk TPS-TPS di Desa Telaga Murni, Kecamatan Cikarang Barat.

Menurut dia, di Desa Telaga Murni ada sebanyak 117 TPS. Namun yang dianggap sudah disandingkan ada 75 TPS, di masalah ini pihaknya diminta untuk menyandingkan di TPS sisanya.

“Baru setelah itu dilakukan penggabungan. Kita diberi waktu hingga 14 hari kerja. Di amar putusan itu juga kita tidak perlu melaporkan hasilnya ke MK,” kata dia.

Putusan ini secara langsung mempengaruhi jadwal penetapan anggota DPRD Kabupaten Bekasi yang semula dijadwalkan hari ini, Selasa (13/8/2019).

“Karena adanya gugatan yang diterima sebagian ini dapat mempengaruhi ke jadwal penetapan, jadwalnya jadi mundur belum bisa dipastikan kapannya, pokoknya sampai selesai ditindaklanjuti putusan MK ini saja,” kata dia. [yus/ipg]

Baca Juga :   Gubernur NTT Minta Kembalikan Komodo Yang Dijual
Advertisement
Loading...
Loading…