Connect with us

Ekonomi

Hindari Impor, Komisi VI DPR Berharap Terobosan IPB Tingkatkan Hasil Pertanian

Published

on

Jakarta, Realitarakyat.com – Indonesia saat ini tengah menghadapi masalah pertanian yang sangat serius, terutama menyangkut pememenuhan kebutuhan pangan dalam negeri tanpa impor.

“Yang dinantikan saat ini, bagaimana Institut Pertanian Bogor (IPB) dapat memberikan terobosan baru dalam sektor pertanian, sehingga ke depan impor kebutuhan pangan dapat diperkecil,” kata Ketua Komisi IV DPR RI, Edhy Prabowo, Senin (12/8/2019).

Seperti diberitakan, akhir pekan lalu, Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI menandatangani nota kesepahaman dengan Institut Pertanian Bogor (IPB).

“Yang penting dari nota kesepahaman itu adalah bagaimana IPB dapat memberikan terobosan baru pada sektor pertanian sehingga pemenuhan kebutuhan pangan dalam negeri tidak lagi bergantung dengan impor,” kata wakil rakyat dari Dapil Sumatera Selatan ini.

Namun, lanjut dia, terobosan itu tentu saja bakal memerlukan biaya tambahan. Apalagi, anggaran yang dialokasikan untuk pertanian bukanlah angka yang kecil sehingga efektivitas anggaran itu perlu dievaluasi terhadap produktivitas sektor pertanian sehingga jika anggaran pertanian ditambah, harus mampu mengurangi angka impor bahan pangan.

Jangan sampai membesarkan anggaran, ujungnya produktivitasnya sama sehingga impornya jalan terus. Jangan menampikkan Indonesia berdiri sebagai satu negara sendirian saja di dunia ini.

“Namun, bukankah untuk menjaga ketahanan itu jauh lebih penting, karena ujungnya adalah untuk kedaulatan negara. Jangan bicara kita berdaulat kalau ujungnya kita masih harus bergantung dengan negara lain,” ujar politisi Partai Gerindra ini.

Edhy meminta IPB memberikan kontribusi lebih, khususnya dalam pengembangan teknologi di sektor pertanian. Jika masalahnya ada pada anggaran, dia siap untuk membuka jalan melalui kerja sama dengan berbagai pihak agar IPB dapat menerima anggaran dari APBN.

Wakil rakyat ini juga siap untuk melibatkan KPK maupun penegak hukum lainnya guna menghindari adanya penyelewengan anggaran untuk penelitian itu. Tujuan akhirnya bagaimana muncul teknologi baru yang menciptakan pertanian Indonesia semakin bagus. Beras yang selama ini bulirnya hanya beberapa ratus biji dalam satu bibit bagaimana bisa menjadi lebih banyak lagi.

“Kan itu yang harus jadi terbososan. Ini baru satu produksi, yang lain dari peternakan apakah kita harus impor sapi terus setiap saat? kenapa tidak berani kita munculkan produksi sapi sendiri, padahal kita punya karyawan, punya tempat, punya masyarakat, punya petani. Tinggal bagaimana menyatukannya,” kata Edhy.

Guru Besar Sekolah Bisnis IPB, Syamsul Maarif usai penandatangan MoU Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR dengan IPB mengatakan, IPB banyak melakukan penelitian dan pengembangan teknologi yang dapat meningkatkan produktivitas dan mendorong efisiensi sehingga dapat menyejahterakan petani.

IPB juga siap membantu pemerintah dengan inovasi yang dapat dimanfaatkan para petani. “Kami sebenarnya siap. Bahkan sistem pendukungnya juga sudah disiapkan. Sebagai sekolah Bisnis, kita berpikir bagaimana bisnis di pertanian bisa menjadi lebih bagus lagi,” demikian Syamsul Maarif. (tanjung)

Loading...
Loading...

Daerah

Komisi V Apresiasi Pembagunan Infrastruktur di Papua Barat

Published

on

Anggota Komisi V DPR RI Jimmy Demianus Ijie. (Foto: Ist)
Continue Reading

Ekonomi

Peringati Hari Nusantara, Menteri PUPR Resmikan Infrastruktur di Pariaman

Published

on

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto. (Foto: Ist)
Continue Reading

Ekonomi

Hindari Pemborosan, HIPMI Usulkan Usaha Anak-Cucu BUMN Ditawarkan ke Swasta

Published

on

Ilustrasi. (Net)
Continue Reading




Loading…