Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Politik

Waketum Gerindra: SBY Jangan Dianggap Enteng

Published

on

Jakarta, Realitarakyat.com – Bakal ada pihak yang tidak bahagia dengan terwujudnya poros Teuku Umar dan Kertanegara.

Demikian pendapat Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono kepada Realitarakyat.com, Sabtu (10/8/2019).

Koordinator Partai Gerindra Kalimantan Barat itu mengatakan, tujuh parpol koalisi capres-cawapres terpilih bisa saja mengancam untuk berada di luar pemerintahan, untuk melakukan posisi tawar yang lebih besar dan kuat kepada Joko Widodo.

Sebab, dirinya melihat ketujuh parpol itu mempunyai hubungan yang baik satu sama lain. Jika itu terjadi, kata dia, maka bisa membuat poros Teuku Umar-Kertanegara berantakan.

“Misal SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) dengan Surya Paloh juga dekat, SBY dengan Muhaimin juga dekat, SBY dengan Golkar juga dekat, begitu juga dengan yang lainnya,” kata Arief.

Dirinya lantas menyinggung kekuatan tiga jenderal yang disebutnya sebagai pengatur kekuasaan di Indonesia. Ketiganya, adalah Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan dan Mantan Kepala BIN AM Hendropriyono.

“Belum lagi SBY dengan di luar kekuatan parpol pun juga punya kedekatan misal SBY-LBP- Hendropriyono yang bisa disebut three musketeers general pengatur kekuasaan di republik ini,” kata dia.

Menurut Poyuono, SBY tidak bisa dianggap remeh meskipun sudah tidak menjabat sebagai presiden. Konstelasi politik disebut Poyuono bisa berubah jika SBY sudah bangun dari kesedihannya.

Loading...

“Jangan anggap enteng SBY loh! Kalau sudah bangun dari kesedihannya dan melakukan kondolidasi politik maka peta politik bisa berubah semua. Jadi ini harus jadi pertimbangan juga loh dan tidak boleh terlena. Apalagi Joko Widodo sangat membutuhkan dukungan politik penuh untuk menuntaskan program-program agar sukses di periode kedua,” kata dia.

Baca Juga :   Fahri Hamzah Sesalkan Presiden Belum Tandatangani UU MD3

Sebelumnya, Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat, Imelda Sari mengatakan, lantaran Ketum Demokrat masih berkabung, Partai Demokrat belum menentukan sikap apakah akan bergabung ke pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin, atau menjadi oposisi.

Menurut Imelda, SBY tengah menyusun memoar untuk mendiang sang istri, Ani Yudhoyono. Memoar itu, kata Imelda, akan diluncurkan tepat 100 hari wafatnya ibu Ani.

“Pertama bapak masih berkabung. Dengan keluarga kan kita belum 100 hari, dan bapak masih menulis misalnya memoar untuk ibu yang rencana akan kita luncurkan pada nanti saat 100 hari itu,” kata Imelda.

Terkait pidato Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri dalam Kongres ke V di Bali, disampaikan Imelda jika sang Ketum Demokrat enggan memberi tanggapan. Hal tersebut dikarenakan SBY juga masih fokus mengurus sang ibunda yang sedang jatuh sakit.

“Bukan beliau menjauhkan diri. Tetapi memang saat ini, karena kebetulan misalnya dalam sejak dua hari lalu ibu beliau sakit, jadi beliau sedang fokus. Karena kan beliau anak sendiri, ibunya kebetulan sakit,” kata Imelda. (Ipung)

Loading...

Nasional

Hindari Konflik Horizontal, KPU Perpendek Masa Kampanye Pilkada

Published

on

Anggota Komisioner Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia, Wahyu Setiawan. (foto: ist/net)
Continue Reading

Nasional

Pilkada 2020, ICW: Perhatikan Tiga Prinsip Utama Pelaporan Dana Kampanye

Published

on

Koordinator ICW, Adnan Topan Husodo. (foto: ist/net)
Continue Reading

Nasional

Inilah Pasal yang Bikin Paripurna DPD Ricuh

Published

on

Rapat Paripurna Luar Biasa DPD RI berlangsung ricuh, Rabu (18/9/2019). (foto: ist/net)
Continue Reading




Loading…