Connect with us

TNI -POLRI

Polri: Soal Buku Merah Sudah Final

Published

on

Jakarta, Realitarakyat.com – Kabag Penum Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra menyatakan, persoalan buku merah sudah final dan tidak akan dibuka kembali untuk menangani kasus penyerangan penyidik senior KPK Novel Baswedan.

Sebagaimana buku tersebut tertulis nama Kapolri Jenderal Tito Karnavian atas kasus suap impor daging dengan tersangka Basuki Hariman.

“Persoalan itu kan sudah final. Tidak ada hal yang tersangkut dengan Novel Baswedan,” ujar Asep di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (9/8/2019).

Seperti diketahui, Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) menyebutkan ada enam kasus korupsi yang melibatkan high profile yang diduga menjadi motif penyerangan KPK.

Diantaranya, kasus dugaan korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) kasus mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, kasus Mantan Sekjen MA Nurhadi, kasus korupsi mantan Bupati Buol Amran Batalipu, dan kasus korupsi Wisma Atlet.

Kemudian kasus penembakan pelaku pencurian sarang burung walet di Bengkulu pada 2004.

Novel pun menanggapinya dengan santai dan menyebutkan ada satu kasus yang dilupakan oleh TGPF yakni,
kasus buku merah.

“Kasus ini tidak disampaikan dalam rilis. Saya hanya mengingatkan barangkali TGPF lupa,” ujar Novel dalam program “Mata Najwa” yang ditayangkan Narasi TV dan diunggah pada Kamis (25/7/219).

Saat ini, Polri sudah membentuk tim teknis yang akan dalami enam kasus high profile tersebut.

Tito sendiri sudah membuat pernyataan atas kasus buku merah tersebut. Ia menyebutkan, polisi pernah memeriksa dua orang yang mengetahui pembuatan buku tersebut terkait kebenaran informasi di dalam buku.

Mereka diperiksa karena ada kaitannya dengan kasus di Bea Cukai. Pemeriksaan dilakukan oleh Penyidik Polda Metro Jaya.

“Dia (Basuki Hariman) ditanya apa kenal dengan Tito Karnavian? Dia bilang secara personal tidak kenal, tapi sering lihat di ruang publik,” ucap Tito.

“Ditanya lagi kenapa nama Tito dicatat di situ? Dia bilang untuk meyakinkan staf-stafnya bahwa dia punya power, jaringan kenal dengan pejabat, sekaligus untuk ada pembukuan bahwa dia bisa menarik uang,” ujarnya.

Saat kasus itu terjadi, Tito menjabat sebagai Kepala Polda Metro Jaya.

Tito juga mempertanyakan kebenaran informasi dalam buku itu, sebab bukan buku bank. Di dalamnya terdapat informasi dengan tulisan tangan yang dinilai perlu dipertanyakan kebenarannya.

Dia juga membantah soal adanya rekaman kamera CCTV yang memperlihatkan adanya perusakan terhadap “buku merah”. Tito juga membantah ada penghapusan dengan tip-ex. (Bisma Rizal)

Loading...
Loading...

Daerah

Jelang Pelantikan, Polres TTS  Gelar Apel Siaga

Published

on

Apel siaga di Markas Polres Timor Tengah Selatan jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih. (Realitarakyat.com/sim)
Continue Reading

Nasional

Antisipasi Hal Tak Diinginkan, Prajurit TNI Gelar Simulasi

Published

on

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat meninjau simulasi pengamanan pengambilan sumpah dan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI. (Foto: Puspen TNI)
Continue Reading

TNI -POLRI

Panglima TNI: Marwah dan Nama Baik NKRI Dipertaruhkan Dalam Pelantikan Presiden

Published

on

Foto: Puspen TNI
Continue Reading




Loading…