Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Nasional

PDIP Bantah OTT Impor Bawang Putih Terkait Kongres Bali

Published

on

Jakarta,Realitarakyat.com – Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto membantah jika kasus suap impor bawang putih yang menjerat Anggota DPR RI Komisi VI I Nyoman Dhamantra terkait Kongres V PDIP di Bali.

Sebab, sejak awal pihaknya sudah memperingatkan kadernya melalui surat edaran untuk tidak menyalahgunakan kekuasaan dan melakukan korupsi atas nama kongres.

“Sama sekali tidak berkaitan karena surat edaran sudah disampaikan dan yang namanya anggota partai punya ketaatan. Mereka yang tidak taat ya bukan anggota PDI-Perjuangan,” tegas Hasto di Arena Kongres V PDIP, Bali, Kamis (8/8) malam.

Menurut Hasto, kader yang tertangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan dipecat seketika. Pihaknya juga selalu menyiapkan surat pemecatan yang sudah ditandatangani Ketua Umum PDIP Megawati bilamana ada kadernya yang bermasalah.

“Sudah ditandatangani Bu Megawati Soekarnoputri, tinggal dikasih nama siapapun yang terkena OTT atau tindak pidana korupsi kami tinggal mengisi namanya,” ujar Hasto.

Dikatakan, biaya kongres partainya adalah yang paling murah. Diketahui, kongres PDIP menalan biaya sejumlah Rp17,6 miliar. Ia menyatakan partainya siap dibandingkan dengan partai lain.

“Kongres PDI-Perjuangan kami meyakini biayanya paling murah. Kami siap dibandingkan dengan partai politik lain dan tidak ada money politic,” kata Hasto.

Sebelumnya, KPK menetapkan I Nyoman Dhamantra sebagai tersangka bersama lima orang lainnya dalam kasus suap pengurusan izin impor bawang putih. Awalnya KPK menjaring 13 orang dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan pada (7/8).

Pemberi suap berasal dari pihak swasta yakni CSU yakni Chandry Suanda alias Afung, DDW alias Doddy Wahyudi, ZFK alias Zulfikar. Sementara tiga orang lainnya berperan sebagai penerima yakni INY alias I Nyoman Dhamantra seorang Anggota DPR RI Periode 2014-2019, MBS alias Mirawati Basri yang merupakan orang kepercayaan Nyoman, dab ELV alias Elviyanto dari pihak swasta.

Baca Juga :   Polisi Berikan Batas Waktu Demo Hingga Sampai Selesai Tarawih

Dalam kasus ini, KPK menemukan ada alokasi pemberian fee sebanyak Rp1.700-1.800 untuk setiap kilogram bawang putih yang diimpor ke Indonesia. KPK juga turut mengamankan bukti berupa tanda transfer sebanyak Rp2 miliar dan uang sejumlah USD 50 dari para tersangka.

Advertisement
Loading...
Loading…