Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Ekonomi

Antisipasi Pemadaman Listrik , MRT Punya Pembangkit Sendir

Published

on

Jakarta, Realitarakyat.com – PT PLN (Persero) membangun Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) sebagai pasokan cadangan untuk memenuhi kebutuhan listrik MRT Jakarta. Dengan begitu, MRT bisa mengantisipasi adanya pemadaman listrik seperti yang terjadi pada, Minggu (4/8/2019) lalu.

Direktur Regional Jawa Barat Banten PLN Haryanto WS menyatakan, pembangkit listrik tersebut berkapasitas 101 megawatt (MW) dengan nilai proyek sebesar Rp1 triliun. Saat ini, MRT Jakarta memiliki kontrak pasokan listrik sebesar 60 MW per hari.

“Jadi kami siapkan PLTD ini khusus untuk backup kebutuhan listrik MRT Jakarta,” ujarnya di PLTD Senayan, Jakarta, Kamis (8/8/2019)

Pembangunan PLTD Senayan tersebut hampir rampung, dan progresnya sudah mencapai 95 persen. Konstruksi PLTD Senayan membutuhkan waktu 15 bulan sejak Juni 2018 lalu, ditargetkan selesai sebelum Hari Listrik Nasional yang jatuh pada 27 Oktober 2019.

Dengan demikian, MRT Jakarta akan memiliki dua pembangkit listrik cadangan. Pasokan listrik utama berasal dari Subsistem Gandul-Muara Karang melalui Gardu Induk PLN Pondok Indah.

Kemudian Subsistem Cawang-Bekasi melalui Gardu Induk PLN CSW menjadi cadangan pertama untuk pasokan listrik MRT. Cadangan kedua yakni pasokan listrik dari PLTD Senayan.

“Jadi kalau itu backup jalur utamanya mati, backup pertama mati, maka backup dua inilah yang menjadi last resource (sumber terakhir),” katanya.

Hal ini sekaligus memastikan MRT Jakarta tidak akan mengalami pemadaman listrik. Menurut dia, kemungkinan PLTD Senayan tak berfungsi ketika digunakan sangat kecil, lantaran sudah dilengkapi dengan mesin yang memadai.

“Secara teoritis probabilitas kemungkinan enam mesin yang ada di PLTD Senayan mengalami kerusakan itu sangat kecil. Jadi kalau 50 persen rusak masih ada 50 MW yang masih berfungsi. Cukuplah itu untuk kebutuhan MRT Jakarta,” ujar dia.

Baca Juga :   Pemilik Lahan Tolak Harga Yang Dibayar Pemerintah Untuk Sirkuit MotoGP

Haryanto menjelaskan, kapasitas pembangkit listrik baru itu memang masih mencukupi untuk kebutuhan MRT Jakarta saat ini. Namun, untuk kebutuhan listrik usai pembangunan MRT tahap II dan III rampung, pihaknya akan menyesuaikan kembali.

“MRT Jakarta sekarang ini bebannya belum sampai 60 MW. Jadi dengan adanya pembangunan selanjutnya, kami akan menghitung apakah cukup dengan ini saja atau perlu menambah dan kami lakukan berkoordinasi dengan pihak MRT Jakarta,” katanya.(Nanang)

Advertisement
Loading...
Loading…