Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Daerah

Terkait Penolakan Tapal Batas, Amara Jabodetabek Apresiasi Kinerja Pansus

Published

on

MANGGARAI TIMUR, Realitarakyat.com– Aliansi Gerakan Manggarai Raya (Amara) Jabodetabek mengapresiasikan kinerja Panitia Khusus (Pansus) Tapal Batas DPRD Kabupaten Manggarai Timur (Matim).

“Pansus sudah bekerja keras sampai kepada kesimpulan menolak usulan pergeseran pilar batas wilayah antara Kabupaten Matim dengan Ngada. “Kami mengapresiasi kerja keras Pansus DPRD Matim yang merekomendasikan tapal batas wilayah tetap atau tidak berubah,” kata Ketua Amara Jabodetabek, Gusti Lesek, Selasa (6/8).

Dikatakan, Pansus DPRD Matim membuktikan bahwa para wakil rakyat itu memiliki kualitas dan integritas yang tinggi dan patut diapresiasi. Pansus juga membungkam kritikan dan sinisme publik akan kinerja wakilnya selama ini.

Dengan putusan itu, Bupati Matim, Andreas Agas wajib menjalankan rekomendasi Pansus dengan membatalkan kesepakatan 14 Mei 2019 karena bertentangan dengan fakta historis, yuridis, sosiologis dan politis. Apalagi kesepakatan di Kupang itu dilakukan sepihak oleh Agas tanpa persetujuan DPRD Matim.

Gusti juga mengapresiasi Pansus yang membongkar sejumlah manipulasi informasi yang dilakukan Agas. Misalnya, Pansus menemukan fakta proses penanaman pilar di Buntal ternyata tidak melibatkan masyarakat setempat.

Ironisnya, penanaman pilar dilakukan melalui upacara seremonial di Buntal, bukan ditanam melainkan di dalam pot. Ada indikasi, pot itu dipindahkan sesuai kemauan Kabupaten Ngada.

Pansus juga menemukan, penentuan titik koordinat baru hasil survei Kementerian Dalam Negeri secara manual hanya dilakukan di Buntal dan Bakit. Sedangan mulai dari titik ordinat 5 sampai 16, tim lapangan Kemendagri hanya menggunakan system zoom GPS tanpa penelusuran atau pengukuran manual.

Pansus juga menemukan indikasi kebohongan Pemda Matim, dimana penjelasan Bupati Matim Paripurna DPRD menyatakan, kesepakatan di Kupang belum bersifat final. Namun, dalam dokumen ternyata keputusan 14 Mei 2019 di Kupang sudah final. “Bagi Amara Jabodetabek, rekomendasi Pansus DPRD Matim ini penting terkait perjuangan ke depannya,” demikian Gusti Lesek. (efren)

Baca Juga :   Aek Sangkunur Meluap, Satu Unit Rumah hanyut Terbawa air
Advertisement
Loading...
Loading…