Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Daerah

Pansus Tapal Batas Matim-Ngada Tolak Penjelasan Agas Andreas

Published

on

MANGGGARI TIMUR, Realitarakyat.com– Panitia khusus (Pansus) menolak penjelasan Bupati Manggarai Timur (Matim), Agas Andreas terkait penyelesaian tapal batas Kabupaten Matim dengan Ngada yang dilaksanakan di Kupang, Nusa Tenggara Timur, 14 Mei lalu.

Penolakan Pansus itu terjadi pada rapat paripurna DPRD Matim dengan Bupati Matim di Gedung DPRD Matim, Senin (5/8). Penolakan itu terjadi baik yuridis, historis, sosiologis maupun politis.

Ketua Pansus Tapal Batas Matim-Ngada, Herman Tojong kepada awak media melalui WhatsApp (WA), Senin (5/8) mengatakan, pihaknya menilai, penjelasan Bupati Matim itu ada indikasi memaksa agar penyelesaian sengketa tapal batas itu melalui kesepakatan para pihak.

“Dalam hal ini, ada kesulitan pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri untuk membantah keabseahan dokumen dan fakta yang menjadi kekuatan Pemkab Matim,’ ungkap Herman.

Alasan penolakan itu, kata Herman, Pansus menemukan layout peta yang dibuat Kemendagri dengan titik ordinat baru tapal batas. Semua titik ordinat baru itu berada jauh ke dalam wilayah Kabupaten Matim mulai dari titik ordinat Satu di Buntal sampai titik 17 di Bakit,” Kata Herman

Pengakuan warga, saat upacara seremonial beberapa pekan lalu tidak dilibatkan masyarakat di perbatasan. Masyarakat tidak disiapkan untuk diikutsertakan dalam kegiatan itu.

Pilar penanda perbatasan yang dilakukan di Buntal oleh Gubernur NTT, bukan ditanam di tanah melainkan diletakkan dalam pot. Karena itu, Pansus menduga ada indikasi, pot itu nanti dipindahkan sesuai kemauan Kabupaten Ngada. Karena itu, DPRD mendesak Pemda mempertahankan kesepakatan 1973 tentang perbatasan kedua Kabupaten dan UU No: 36/2007 tentang pembentukan Kabupaten Matim. “Tak ada alasan untuk merubah perbatasan itu,” demikian Herman Tojong. (efren)

Baca Juga :   Jago Merah Lalap Empat Rumah di Tanjung Balai
Advertisement
Loading...
Loading…