Connect with us

Daerah

Tak Miliki Surat Ijin, Kajati NTT Enggan Temui Para Pendemo

Published

on

Kupang, realitarakyat.com – Jumat (2/8) Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, Pathor Rahman menolak dengan tegas untuk menemui PMKRI saat menggelar unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT.

Alasan penolakan Kajati NTT untuk tidak menemui PMKRI yang menggelar unjuk rasa di depan Kantor Kejati NTT lantaran tidak adanya surat pemberitahuan terkait aksi meteka.

Dalam unjuk rasa itu, PMKRI NTT menyuarakan proses hukum kasus dugaan korupsi pembangunan monumen pancasila yang kini dilidik oleh Kejati NTT.

Usai berorasi didepan Kantor Kejati NTT beberapa perwakilan dari PMKRI NTT diperbolehkan masuk kedalam kantor untuk berdiskusi tentang hal kasus tersebut.

Saat berada didalam Kantor Kejati NTT terjadi cekcok antara Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Abdul Hakim terkait surat pemberitahuan akan adanya unjuk rasa itu.

Situasi sempat memanas karena PMKRI NTT bersikukuh bahwa surat pemberitahuan telah dilayangkan sedangkan Kasi Penkum Kejati NTT dengan tegas menyatakan bahwa belum menerima surat tersebut.

Tidak sampai disitu saja, adu mulut kembali terjadi antara Asisten Intelejen Kejati NTT, Bambang Setyadi dan para unjuk rasa.

Hal yang sama yang diperdebatkan yakni surat pemberitahuan akan adanya unjuk rasa di Kantor Kejati NTT oleh PMKRI NTT. Situasi sempat memanas ketika para demonstran tetap bersikukuh untuk bertemu dengan Kajati NTT, Pathor Rahman.

As Intel Kejati NTT, Bambang Setyadi dalam kesempatan itu mengaku bahwa Kajati NTT tidak bisa menemui para unjuk rasa karena tidak memiliki surat ijin atau surat pemberitahuan kepada Kejati NTT.

“maaf Kajati NTT tidak bisa menemui anda sekalian karena tidak ada ijinnya atau surat pemberitahuan soal demo ini,”terang Bambang.

Situasi kembali memanas ketika salah satu jaksa di Kejati NTT adu argumen dengan para unjuk rasa namun situasi berhasil diredam oleh para jaksa yang kebetulan ada pada saat itu.(rey)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Daerah

Sebagai Desa Percontohan, BUMDes Sumberejo Dirikan Usaha Mini Market

Published

on

Continue Reading

Daerah

UMP NTT Naik, Perusahaan Bandel Bakal Kena Sanksi

Published

on

Kepala Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTT, Sisilia Sona / Ist
Continue Reading

Daerah

Tiga Saksi Sebut Linda Saudari Frans Lebu Raya

Published

on

Linda Liudianto, Bayu Muhamad Yunus, Ade Iskandar, Syamsul Rizal dan Widyanto ketika diperiksa sebagai saksi di Pengadilan Tipikor Kupang, Rabu (20/11/2019). (Foto: realitarakyat.com/Redemtus Lakat)
Continue Reading




Loading…