Connect with us

Kriminal

MA Bebaskan Bandar Narkoba Lintas Negara

Published

on

Jakarta, Realitarakyat.com – Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi jaksa atas terdakwa Syamsul Rijal alias Rijal alias Kijang bin Abdul Hamid. Dalam kasus peredaran narkoba lintas negara Malaysia-Indonesia ini, Kijang dituntut 6 tahun penjara.

Kasus ini, bermula saat empat anak buah Kijang ditangkap terkait peredaran 3,4 kg sabu pada 2016. Sejak saat itu, status Kijang menjadi buron. Namun setelah dua tahun buron, Kijang kemudian ditangkap saat hendak kabur ke Malaysia.

“Kami mengamankan Kijang pada Kamis 17 Mei 2018 lalu di wilayah Nunukan, Kalimantan Utara. Dia ini sangat lincah dan gesit, makanya dijuluki si Kijang. Saat penangkapan, Kijang tidak melakukan perlawanan,” ujar Ditresnarkoba Polda Sulsel, Kombes Hermawan.

Kijang pun akhirnya menjadi pesakitan. Jaksa menuntut Kijang melakukan permufakatan jahat menjadi perantara dalam jual beli narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman sebagaimana diatur dalam pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Narkotika dan meminta hakim menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 6 tahun penjara dikurangi selama terdakwa ditahan dan denda sebesar Rp 1 miliar subsidair 2 bulan kurungan.

Namun pada 8 Januari 2019, PN Makassar membebaskan Kijang dari segala dakwaan. “Bahwa dakwaan di surat dakwaan jaksa penuntut umum itu tidak terbukti secara sah dan meyakinkan sebagai ketentuan hukum. Jadi artinya pembuktian minimum dua alat bukti (saksi) dan keyakinan hakim sebagaimana Pasal 183 KUHAP itu tidak terpenuhi,” kata Humas PN Makassar, Bambang Nurcahyono.

Vonis bebas itu membuat polisi kecewa. Sebab sudah serius menangkap, malah dibebaskan. “Pastilah (kecewa), artinya ini kan jelas jaringan kalau disuruh semua mengaku jaringan tidak mungkin mengaku, tapi dari awal ini kan semua sudah ada bukti buktinya lengkap,” ujar Kombes Hermawan. Atas hal itu, jaksa kemudian mengajukan kasasi.

Baca Juga :   Wow.....! Diduga Menerima suap dan Penggelapan Barang Bukti Hasil OTT Ketua KPK Dilaporkan Ke Polisi

Sayangnya, MA menolak permohonan kasasi jaksa atas terdakwa. Demikian bunyi putusan yang dilansir website MA, Jumat (2/8/2019).

Perkara nomor 1624 K/PID.SUS/2019 itu diadili oleh ketua majelis Prof Surya Jaya dengan anggota Margono dan Gazalba Saleh. Putusan itu diketok pada Senin (29/7/2019).

Di kasus itu, Polda Sulsel memecat anggotanya yang terlibat dalam jaringan narkoba Kijang. Anggota Polda berinisial Briptu SD itu ditangkap karena sempat menjadi kurir narkoba Kijang. (ndi)

Advertisement
Loading...
Loading…