Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Daerah

Soal Tapal Batas, Ratusan Warga Seunuddon Gelar Aksi Cangkul Jalan

Published

on

ACEH UTARA, Realitarakyat.com– Masyarakat Desa Lhok Puuk, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara kecewa dengan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Seunuddon yang tidak mampu menyelesaikan konflik tapal batas Lhok Puuk dengan Desa Matang Puntong, Rabu (31/7)

Karena itu, ratusan masyarakat Lhok Puuk mencangkul badan jalan untuk menentukan batas antara kedua desa. Menurut masyarakat Lhok Puuk, badan jalan yang mereka cangkul itulah batas desa mereka dengan Desa Matang Puntong.

Tokoh masyarakat Lhok Puuk, T Bakhtiar kepada awak media mengatakan, pihaknya kecewa karena tidak adanya kejelasan dalam beberapa kali mediasi yang di lakukan Muspika dengan kedua pihak yang bersengketa.

“Warga karena sudah beberapakali mediasi tidak ada titik temu dan kemudian dimediasi pihak Muspika Seunuddon. Saat dimediasi ada warga Matang Puntong melanggar dan ngecor lagi batasnya,” kata Baktiar

Padahal, kata Baktiar, disana ada batu. Dan, di batu itu ada tulisan yang dituliskan Camat. “Bukan orang lain yang menulis bahwa batu itu bukan tapal batas lagi. Warga Lhok Puuk juga kecewa dengan Camat karena berjanji untuk turun ke lapangan menyelesaikannya,” kata Baktiar

Menurut pengamatan media ini, ratusan massa sudah berkumpul di jalan penghubung dua desa itu pukul 10.00 WIB. Warga mencangkul badan yang dijadikan lokasi tapal batas yang sebenarnya.

Berselang dua jam, jalan itu dilintasi beko. Warga juga meminta operator beko membantu menggesern batu gajah yang di coret camat sebagai tapal batas yang baru dan setelah batu tersebut di geserkan, ratusan masyarakat membubarkan diri.

Baca Juga :   Pemkot Langsa Serahkan Bantuan Meugang
Advertisement
Loading...
Loading…