Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Nasional

Nangis, Romi Mampu Bekerja sebagai Dokter

Published

on

Jakarta,Realitarakyat.com – Drg Romi Syofpa Ismael langsung menangis seusai bertemu Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko di Kantornya, Bina Graha, Jakarta, Kamis (1/8/2019).

“Terima kasih Bapak, Ibu, dan tim pendamping Ami (Romi) di sini. Alhamdulillah sangat mendapatkan apresiasi yang luar biasa. Ami di sini cuma berharap keadilan buat Ami dan keluarga terutama anak dan suami. Untuk bisa hak Ami dipulihkan kembali,” kata Romi sambil menangis.

Dia mengatakan tak ingin kondisinya seperti ini, tapi ini kehendak Allah SWT. Bahwa Ami buktikan mampu bekerja meski harus duduk di kursi roda, dan memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Pemda Solok Selatan.

Menurut Romi, kedatangannya ke sejumlah pejabat pemerintah pusat bukanlah bentuk pembangkangan kepada Pemerintah Kabupaten Solok Selatan yang telah menganulir status CPNS-nya.

Kedatangannya ke sejumlah pejabat pemerintah pusat bertujuan untuk meminta dukungan atas apa yang telah dilakukannya.

Romi mengaku selama empat tahun bertugas, dirinya mampu memberi pelayanan yang terbaik kepada masyarakat Solok Selatan. “Ami mohon kepada Ibu, Bapak Pemda Solok Selatan, Ami bukan membangkang. Ami mohon keterbukaan hati Ibu, Bapak, menerima Ami kembali, mengusulkan Ami kembali,” katanya.

“Ami buktikan selama ini Ami mampu bekerja dengan baik, melakukan pelayanan dengan baik. Terimalah Ami kembali, dengan kerendahan hati Ami, Ami ucapkan terimakasih kepada semuanya,” tambahnya.

Sebelumnya drg Romi dianulir kelulusannya sebagai CPNS di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, dengan alasan mengalami kendala kesehatan karena usai melahirkan pada 2016 lalu.

Romi mengalami lemah di kedua tungkai kaki yang mengharuskannya beraktivitas dengan kursi roda. Lewat pengumuman yang dikeluarkan Bupati Solok Selatan Nomor 800/62/III/BKPSDM-2019 tertanggal 18 Maret 2019, disebutkan dua orang peserta seleksi CPNS 2018 di Solok Selatan dibatalkan hasil seleksinya dan dinyatakan tidak memenuhi persyaratan pada formasi umum CPNS 2018.

Baca Juga :   Ini Komentar Kapolri Terkait Ambulan Partai Gerindra yang Disita Dari Aksi Massa Demo
Advertisement
Loading...
Loading…