Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Daerah

Ormas Islam Purwakarta Tolak Perpanjangan Izin HTI

Published

on

Purwakarta, Realitarakyat.com – Kelompok masyarakat yang tergabung dalam Majelis Ulama Indonesia (MUI), GP Ansor, dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Purwakarta deklarasi menolak keberadaan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).Deklarasi dilakukan di halaman Masjid Agung Baim Yusuf Kabupaten Purwakarta dihadiri ribuan masyarakat dan Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, Rabu (31/7/2019)

Acara deklarasi ini merupakan buntut aksi sekelompok orang yang diduga membentangkan bendera ormas terlarang HTI pada acara Dzikir Akbar yang digelar di Masjid Agung Baing Yusuf, Jumat (22/7/2019) lalu.

Bahkan, PCNU bersama Gerakan Pemuda (GP) Ansor Purwakarta telah menggelar audiensi dengan Polres setempat pada Senin (29/7/2019) kemarin.

Ketua Dewan Penasehat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Purwakarta, KH Abun Bunyamin mengatakan, pihaknya menyayangkan insiden pembentangan bendera HTI terjadi.  Hal itu harus menjadi perhatian bagi semua elemen masyarakat.

Kejadian Jumat kemarin harus menjadi perhatian dan pelajaran bagi kita semua, dan diharapkan hal tersebut tidak terulang lagi, kata KH Abun Bunyamin dihadapan seluruh peserta deklarasi.

Ia mengatakan, sebelum melaksanakan deklarasi, MUI telah mengadakan rapat dengan semua ormas. Inti dalam rapat tersebut yakni menolak dengan keras keberadaan HTI, termasuk segala atribut dan para pendukungnya di Purwakarta.

Ini bentuk kepedulian kita, NKRI harga mati, ujar dia menegaskan.

Sementara di tempat yang sama Sekretaris PCNU Purwakarta, Saparudin mengatakan, setidaknya ada tujuh poin kesepakatan yang dideklarasikan pada acara ini.

1. NKRI merupakan komitmen dan kesepakatan yang sudah final dengan Pancasila sebagai ideologi yang senantiasa kami bela sampai titik darah penghabisan.

2. Seluruh gerakan dan atribut yang merongrong NKRI dengan propaganda atas dalih apapun harus di hapuskan dari NKRI.

3.Kondusifitas Indonesia khususnya Purwakarta menjadi komitmen bersama sebagai satu bangsa untuk dijaga dan dipertahankan bersama-sama.

Baca Juga :   Ironis! Hampir Semua SD N Di Kec. Haltim Kekurangan Buku

4.Menolak dengan tegas keberadaan HTI dan seluruh gerakan serta atributnya di Purwakarta.

5.Meminta pemnerintah dan penegak hukum untuk menindak secara tegas terhadap praktek-praktek aktivitas dan simbol-simbol HTI di Purwakarta.

6. Kami siap menjadi garda terdepan dalam menumpas bahaya laten HTI jika aparat tidak bertindak.

7. Mengimbau kepada seluruh warga Purwakarta agar waspada apabila melihat dan mendengar segala bentuk perbuatan yang bertentangan dengan Pancasila.(Ujang S)

Advertisement
Loading...
Loading…