Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Ekonomi

Wapres JK Dukung Program Mobil Emisi Rendah dan Penggunaan Transportasi Massal

Published

on

Jakarta, Realitarakyat.com – Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menanggapi permasalahan polusi udara di Jakarta yang menempati urutan pertama di dunia sebagai kota terpapar polusi udara.

Menurut Wapres Jusuf Kalla, Pemerintah telah melakukan upaya mengurangi peningkatan polusi udara dengan membuat aturan mobil ganjil genap, serta mendorong masyarakat gunakan transportasi publik busway, kereta dan MRT. Meskipun demikian polusi udara di Jakarta tidak dapat terhindarkan karena belum semua masyarakat beralih ke transportasi publik.

Untuk itu, Jusuf Kalla meminta pengembangan teknologi mobil ke depan harus mengutamakan mobil ramah lingkungan dan emisinya kecil seperti teknologi euro 4. Dari laporan yang diterima, Wapres JK menyebut penyebab polusi udara di Jakarta sebagaian besar karena emisi gas buang dari mobil dan motor. Selain itu, JK menjelaskan faktor lain penyebab polusi udara dari penggunaan bahan bakar tanpa timbal yang ramah lingkungan.

“Kalau laporannya itu mengatakan semua sebagian besar udara polusi itu karena kendaraan, ada hubungannya dengan orang punya banyak mobil, solusinya mengurangi mobil, atau gunakan mobil masa datang, harus mobil yang emisinya kecil, mobil euro 4, harus dicek semua, emisi mobil harus kecil, bahan bakar yang dipakai baik bukan timbal,” ungkap Wapres Jusuf Kalla kepada wartawan di Kantor Wapres, Jakarta, pada Selasa (30/7/2019).

Wapres Jusuf Kalla juga mengajak masyarakat untuk sadar bahaya polusi udara dengan mulai menggunakan transportasi publik dari pada menggunakan kendaraan pribadi baik mobil maupun motor.

“Publik harus sadar bersama sama, gerakan bersama, nasional, ini kan prilaku, sudah ada aturan ganjil genap, MRT, tapi orang lebih senang pake mobil,” kata Jusuf Kalla.

Seperti diketahui, kualitas udara di Jakarta hingga mencapai 188 Air Quality Index (AQI) pada Senin (29/7/2019) kemarin yang merupakan kondisi udara tidak baik bagi manusia.(Wahyu)

Baca Juga :   DPR Dorong Kemendag Antisipasi Harga Jelang Idul Fitri
Advertisement
Loading...
Loading…