Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Politik

Demokrat: Oposisi yang Gunakan Isu SARA, Tak Akan Sukses Jadi Penguasa

Published

on

JAKARTA, realitarakyat- Wakil Sekjen Partai Demokrat, Andi Arief mengatakan, jika ada partai menggunakan politik SARA, maka tidak akan ketemu rumus bisa sukses menjadi penguasa, bahkan akan terus menjadi sekte dalam politik Indonesia.

“Dengan karakter masyarakat yang plural dan menolak politik SARA, maka jika ada partai yang menggunakan politik SARA di luar pemerintahan, gak akan ketemu rumus bisa sukses berkuasa dan akan terus menjadi sekte dalam politik Indonesia,” ujar Andi Arief, dalam kicauan di akun Twitternya, @AndiArief_, Senin (29/7/2019) malam.

Menurut dia, oposisi yang sukses adalah partai baru yang ikut dalam pemilu dan memiliki figur yang tepat. Jadi, katanya, tidak ada oposisi yang berhasil dalam sejarah Indonesia, kecuali oposisi rakyat dan gerakan mahasiswa melawan Soeharto.

“Tidak ada oposisi yang berhasil di sejarah politik kita. Kecuali oposisi rakyat -gerakan mahasiswa–. melawan Soeharto,” ujarnya menambahkan.

Andi menyebut, PDIP mengalami kegagalan dalam 5 tahun pertama dan baru berhasil di 2014 karena melawan Gerindra.

Menurut Andi, keberhasilan PDIP di 5 tahun kedua di 2014, karena melawan oposisi juga Gerindra, partai yang berkuasa saat itu tidak menemukan figur tepat.

“Sebetulnya kisah oposisi sukses itu adalah ketika ada partai baru yg ikut pemilu memiliki figur tepat. Misalnya PDIP di 1999 dan Partai Demokrat di 2004. Partai Gerindra dengan figur Prabowo gagal di 2009. Tempat oposisi itu ada di partai baru, PSI, Perindo dll gagal di 2019,” ujarnya.

Jadi, Andi menyebut partai yang sukses menemukan figur yang tepat dalam pemilu adalah PDIP dan Partai Demokrat.

“Secara umum, sejak reformasi Partai yang sukses menemukan figur yang tepat dalam Pemilu dan Pilpres sehingga sukses baru PDIP dan Partai Demokrat. Tempat menjaring kehendak rakyat luas itu pada figur partai yang berkompetisi, adapun suara yang terjaring partai hanyalah tetesan,” ujar Andi. (ndi)

Baca Juga :   Jadi Target Teroris, DPR akan Kerjasama dengan Polri Tingkatkan Keamanan
Advertisement
Loading...
Loading…