Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Nasional

Digitalisasi Haji, Fraksi Golkar Minta Pemerintah Kaji Ulang

Published

on

Jakarta,Realitarakyat.com. – Anggota Komisi VIII DPR RI Musthafa Bakri meminta rencana digitalisasi umrah dikaji ulang. Sebab, tidak semua ibadah bisa dilakukan melalui bantuan teknologi digital.

Demikian disampaikan Musthafa Bakri saat Rapat Kerja antara Komisi VIII DPR dengan Menteri Agama Lukman Hakim Safiuddin di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (25/7/2019).

“Soal haji dan umrah digital, mohon dikaji ulang. Karena tidak semua teknologi mampu menembus ibadah mahdhoh,” tegas politisi Golkar ini.

Diketahui, ibadah mahdhah (ibadah formal sehari-hari) merupakan ibadah yang murni yang hanya berhubungan antara hamba dengan Allah secara langsung.

Dimana ibadah mahdhoh memiliki prinsipp-prinsip harus berdasarkan adanya dalil perintah, baik dalam Quran maupun Sunnah, dan tata caranya harus berpola kepada yang telah dicontohkan Rasulallah SAW.

Shalat dan haji adalah ibadah mahdhoh, maka tata caranya, mengikuti tata cara yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

“Jika melakukan ibadah haji tanpa dalil atau tidak sesuai dengan praktek Rasulallah SAW, maka dikategorikan “muhdatsatul umur” perkara yang mengada-ada, atau populer disebut bid’ah,” ujarnya.

Musthafa Bakri mencontohkan, banyak jemaah calon haji dan umrah yang belajar manasik hanya lewat video, tanpa manasik langsung.

“Ketika mereka (bisnis aplikasi digital) ditanya bagaimana teknisnya, ternyata tidak tahu apa-apa. Jadi, tidak bisa misalnya berangkat haji dan umrah hanya melalui aplikasi digital,” pungkasnya.

Baca Juga :   Inilah 6 Orang yang Ikut Kena OTT Bersama Bupati Talaud, Berikut Kronologinya
Advertisement
Loading...
Loading…