Connect with us

Luar Negeri

Menlu : Kita Sedang Lakukan Proses Rekonfirmasi Terkait DNA Dua WNI Diduga Pelaku Bom di Filipina

Published

on

Jakarta, Realitarakyat.com – Identitas para pelaku bom bunuh diri di gereja Pulau Jolo, Mindanao, Filipina, Januari 2019, mulai menemukan titik terang.

Namun, sayangnya dua dari lima tersangka adalah warga Negara Indonesia (WNI). Hal itu terungkap dari informasi yang telah dirilis oleh Polri melalui Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, Selasa (23/7/2019).

Kedua WNI yang diduga melakukan bom bunuh diri tersebut masing-masing bernama Rullie Rian Zeke dan Ulfah Handayani Saleh.

Menanggapi hal itu menteri luar negeri RI, Retno Marsudi, menyatakan, saat ini tengah dilakukan proses re-konfirmasi guna memastikan kembali apakah sample DNA yang dicurigai merupakan pelaku bom bunuh diri berasal dari Indonesia.

“Dan kita menunggu lagi konfirmasi dari kepolisian apakah betul pelakunya adalah WNI. Sedang didalami lagi, untuk kemudian untuk menyampaikan bahwa this is confirmed itukan melalui beberapa proses agar tidak salah. Olehkarena itu sekarang lagi dilakukan proses lagi untuk mereconfirmed dengan penelitian DNA, pembanding dan lain sebagainya,”ujar Retno Marsudi memalui Siaran Persnya yang diterima Realitark.com, Kamis (25/7/2019),.

Lebih lanjut Retno menambahkan, berdasarkan komunikasinya bersama Kapolri Rabu pagi, disebutkan bahwa hasil pemeriksaan yang menyatakan kedua WNI adalah pelaku bom Jolo masih merupakan dugaan.

“Tadi pagi saya berkomunikasi dengan pak Kapolri setelah ada berita itu. Jadi, sekali lagi berita itu adalah dugaan masih belum confirmed,”ungkapnya.

Menurut Retno, pihaknyapun akan terus berkoordinasi dengan kapolri, untuk mendapatkan perkembangan terkait proses re-konfirmasi terhadap DNA dua terduga WNI pelaku bom bunuh diri.

“Itu adalah pekerjaan dari polisi dan saya in close contact dengan pak Kapolri,”terang Retno.

Sebelumnya, beberapa hari setelah terjadinya ledakan bom di gereja Pulau Jolo, Mindanao, menteri dalam negeri Filipina, Eduardo Ano, mengklaim bahwa pelaku adalah pasangan suami istri berkewarganegaraan Indonesia.

Baca Juga :   Indonesia-Australia Operasi Bersama di Perbatasan

Meski, kala itu Ano tidak menunjukkan bukti otentik untuk menguatkan dugaannya mengenai kedua WNI tersebut.

Sementara, akibat ledakan bom di gereja Pulau Jolo menyebabkan 22 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya luka-luka. (Wahyu)

Advertisement
Loading...
Loading…