Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Daerah

Debu Berterbangan, Warga Hadang Pengerjaan Jalan Penunjak-Mangkung

Published

on

MATARAM, Realitarakyat.com– Proyek pengerjaan peningkatan jalan ruas Penujak-Mangkung, Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) 2, 80 Km diprotes warga sekitar. Proyek yang di kerjakan CV Wijaya Cipta Karya itu menghabiskan biaya Rp 4,7 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) penugasan Lombok Tengah 2019.

H Rais, warga Desa Penujak sempat memberhentikan alat berat yang sedang bekerja. Pihaknya menilai, rumah warga kena debu material proyek. “Debu yang berterbangan dapat mengakibatkan warga sakit. Debu itu yang saya komplain,” kata Rais kepada Realitarakyat.com, Rabu (24/7) malam.

Kepala Desa Penujak, Lalu Suharto mengaku, pihak kontraktor jauh hari sudah melayangkan surat ke kantor desa sebagai pemberitahuan dimulainya pekerjaan jalan. Namun, waktu pelaksanaannya tidak di tentukan.

Lalu menyanyangkan penghadangan yang di lakukan warga karena yang dikerjakan adalah jalan nasional, bukan jalan Kabupaten apalagi desa. “Jangan seperti itu caranya. Ini namanya menghambat pekerjaan pemerintah, bisa di kenakan pidana. Saya menjamin pekerjaan jalan itu tetap berjalan aman sepanjang sesuai prosedur yang berlaku.”

Zulkarnain, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabuapten Lombok Tengah mengatakan, proyek itu dikerjakan CV Wijaya Cipta Karya mulai 17 Juni lalu. “Semoga pengerjaan proyek ini berjalan lancar.”

Pantauan Realitarakyat.com di lokasi, penolakan masyarakat itu membuat terjadi kemacetan panjang, bahkan sampai 5 kilometer dari kedua arah. Itu karena alat berat yang digunakan untuk meratakan tanah tidak di perbolehkan beroperasi. Sejumlah aparat terpaksa turun ke lokasi. (LS)

Baca Juga :   Warga Harapkan Perbaikan, Jalan Menuju Kompleks Mitra Halim Kampung Bedagai Tergerus Air
Advertisement
Loading...
Loading…