Connect with us

Nasional

Presiden Jokowi Perintahkan Buat Hujan Buatan Untuk Antisipasi Kekeringan

Published

on

Jakarta, Realitarakyat.com – Seiring dengan makin banyaknya keluhan masyarakat dari berbagai daerah atas kekeringan yang melanda lahan lahan persawahan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat terbatas yang digelar pada 15 Juli lalu memerintahkan untuk melakukan operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) atau membuat hujan buatan guna menanggulangi bencana kekeringan yang puncaknya diperkirakan pada Agustus 2019.

Hal ini diungkapkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang secara resmi mengumumkan strategi penanggulangan bencana kekeringan, Senin (22/7/2019).

“Jadi kami membuat strategi untuk bagaimana menanggulangi bencana kekeringan yang kita hadapi sekarang,” kata Plh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo di Graha BNPB Jakarta, Senin (22/7/2019).

Dalam operasi penanggulangan tersebut, BNPB bersama BMKG dan BPPT akan mendirikan dua pos operasi yang akan ditempatkan di Halim dan Kupang. Agus menjelaskan, dalam mekanisme operasi penanggulangannya, BMKG akan bertugas menganalisis cuaca untuk melihat kemungkinan adanya potensi awan yang siap disemai di satu daerah.

“Misalnya di Jawa Barat ada potensi awan, kita terbang ke sana dengan pesawat yang dioperasikan oleh BPPT dan disediakan oleh TNI,” katanya.

Sementara BNPB bertugas melakukan penanganan terhadap kekeringan yang terjadi di satu daerah tertentu. Upaya penanggulangan tersebut menargetkan daerah-daerah pertanian untuk mencegah kemungkinan terjadinya puso atau gagal panen.

Jika tidak ditanggulangi, Agus mengkhawatirkan ada kerugian sekitar Rp3 triliun akibat gagal panen. “Kalau sampai puso, kita tidak panen padi, palawija, kita akan perlu impor lagi,” katanya.(Wahyu)

Baca Juga :   Ini Penyebab Gempa Bali yang Merusak Sekolah, Rumah Warga Hingga Hotel
Advertisement
Loading...
Loading…