Connect with us

Politik

Ahmad Basarah : Kolasisi Jokowi dan Prabowo Paling Ideal Mengisi Jabatan Pimpinan MPR RI

Published

on

Jakarta, Realitarakyat.com – Komposisi pemilihan paket pimpinan MPR periode 2019-2024 terus menjadi perdebatan hangat sejumlah elite partai politik (parpol). Apalagi setelah Partai Gerindra juga ikut mengincar kursi ketua MPR.

Wasekjen PDIP Ahmad Basarah menyebutkan, karena MPR merupakan lembaga majelis maka maka yang ideal pemilihan pimpinan MPR harus dilaksanakan dengan cara-cara musyawarah mufakat. Artinya, cukup satu paket calon pimpinan MPR yang mencerminkan seluruh perwakilan aspirasi spektrum politik dan DPD dalam proses Pilpres 2019.

”Komposisi ideal itu ada unsur-unsur dari perwakilan partai politik KIK dan ada juga unsur perwakilan Koalisi Adil Makmur (KAM), dan satu lagi dari DPD,” tutur Basarah di Jakarta, Senin (22/7/2019).

Jika kompromi untuk menghadirkan unsur-unsur politik di Pilpres 2019 lalu dalam komposisi lima orang pimpinan MPR, kemungkinan besar dalam pemilihan pimpinan lembaga tinggi negara itu akan terjadi secara aklamasi atau musyawarah untuk mufakat.

”Namun jika komposisi ideal itu tidak terwujud maka terpaksa kemungkinan akan terjadi dua paket, yang artinya kemungkinan akan terjadi pemilihan paket pimpinan MPR di sidang paripurna (voting),” tuturnya.

Basarah mengaku belum bisa memastikan apakah jika ada dua paket nantinya pertarungan akan berlangsung layaknya pilpres, artinya parpol KIK dan KAM akan bertarung lagi atau ada opsi lainnya.

Dia mengingatkan bahwa sosok ketua MPR yang dibutuhkan saat ini yaitu orang yang bisa memastikan agenda MPR 5 tahun ke depan, terutama menyangkut agenda strategis bisa dilaksanakan. Misalnya, rencana amandemen terbatas UUD 1945 khusus untuk memberi kembali wewenang MPR menetapkan GBHN.

Agenda kedua, menjadikan MPR sebagai lembaga tertinggi negara agar dapat memandu lembaga lain untuk mencapai tujuan negara bersama-sama. Ketiga, agenda MPR untuk menjadi mitra kerja BPIP.

“Tugas sosialisasi dan pembangunan ideologi bangsa itu tidak bisa dilakukan oleh satu cabang kekuasaan saja, antara oleh BPIP saja atau MPR saja. Kedua lembaga harus dipastikan bisa bersinergi, bekerja sama agar ada kesamaan persepsi,” tuturnya.

Jabatan ketua MPR terus menjadi incaran sejumlah parpol. PKB sejak awal menggadang-gadang nama Ketua Umum Muhaimin Iskandar untuk menduduki jabatan tersebut. Teranyar, PPP juga berkeinginan sama. Mereka menyiapkan Sekjen Arsul Sani untuk bersaing di kursi pimpinan MPR.

Di luar KIK, Partai Gerindra sudah terbuka menunjukkan ambisinya untuk duduk di kursi ketua MPR. Mereka merasa berhak mendapatkan jabatan itu sebagai konsekuensi atas bertemunya Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Presiden terpilih Joko Widodo.(Es)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Politik

Sah, Airlangga Hartarto Dibaiat Jadi Ketua Umum Golkar Lagi

Published

on

Continue Reading

Pilkada 2020

Kata Airlangga, Golkar Ingin Canangkan Pilkada 2020 Tanpa Mahar

Published

on

Continue Reading

Politik

Akbar Minta Loyalis Bamsoet Diberi Jatah Pada Kepengurusan Golkar Baru

Published

on

Akbar Tanjung / Net
Continue Reading




Loading…