Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Nasional

1.243 Anak Didik Pemasyarakatan Terima Remisi Anak Nasional

Published

on

Jakarta, Realitarakyat.com – Sebanyak1.243 Anak Didik Pemasyarakatan yang tersebar di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) seluruh Indonesia terima Remisi Anak Nasional (RAN) pada 2019 ini.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami menjelaskan, dari jumlah tersebut sebanyak 1.145 Anak mendapatkan RAN I (pengurangan sebagian) dan 98 Anak mendapatkan RAN II (habis masa pidana atau bebas).
RAN diberikan Pemerintah melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli2019.

“Anak merupakan aset bangsa yang sangat berharga. Kita para orang tua memiliki tanggung jawab untuk memberi bekal yang baik bagi kehidupan mereka selanjutnya. Mereka yang ada di dalam LPKA masih memiliki jalan yang panjang. Untuk itulah RAN diberikan dengan pertimbangan masa depan Anak,” ujar Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami, Selasa (23/7).

Sri menambahkan, Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Sumatera Selatan menyumbang jumlah RAN terbanyak dengan jumlah 122 Anak untuk tahun ini. Selanjutnya disusul oleh Kanwil Kemenkumham Jawa Timur sebanyak 107 Anak dan Kanwil Kemenkumham Jawa Barat sebanyak 84 Anak.

Utami sapaan akrab Dirjen Pemasyarakatan juga mengungkapkan, bahwa RAN diberikan bagi mereka yang sudah menunjukkan adanya perubahan perilaku setelah dilakukan pembinaan di dalam LPKA.

“Pemberian RAN tersebut tentu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari program Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan yang sedang kita jalankan dimana perubahan perlakuan terhadap tahanan maupun narapidana (dewasa dan anak) bukan lagi berlandaskan dengan waktu, melainkan perubahan perilaku dari warga binaan sendiri,” jelasnya.

Utami menyebutkan, bahwa pemberian RAN menjadi salah satu upaya jajarannya untuk mengurangi beban psikologi Anak serta mempercepat proses integrasi. Dengan harapan, Anak tersebut dapat segera berkumpul kembali dengan keluarga dan masyarakat untuk menata masa depan yang lebih baik.

Baca Juga :   Pemerintah Berhasil Bebaskan Siti Aisyah Dari Hukuman Mati di Malaysia

Pemberian RAN didasarkan pada Pasal 34C ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 99 tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan, Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 174 Tahun 1999 tentang Remisi dan Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 3 Tahun 2018 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas dan Bebas Bersyarat.

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Nasional

Struktur AKD Belum Dibentuk, Ketua DPR Bantah Sengaja Ulur Waktu

Published

on

Continue Reading

Nasional

Polda Metro Tolak Terbitkan Izin Demo Saat Pelantikan Jokowi-Ma’ruf

Published

on

Demonstrasi / Net
Continue Reading

Nasional

Pelantikan Jokowi Tak Akan Ditunda

Published

on

Komisioner Komisi Pemilihan Umum RI Ilham Saputra  (Foto: Ist/Net)
Continue Reading




Loading…