Connect with us

Daerah

Rusak Lingkungan, Zulkiflimansyah: Hentikan Tambang Emas Illegal

Published

on

MATARAM– Tambang emas illegal di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah saatnya dihentikan karena tidak hanya sekadar merusak lingkungan tetapi juga acap kali menelan korban jiwa.

Hal itu dikatakan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Zulkiflimansyah didampingi Danrem 162 WB, Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani serta sejumlah Kepala OPD Provinsi NTB saat meninjau lokasi penambangan liar itu, Senin (22/7).

Peninjauan itu dimaksudkan guna memastikan kegiatan penambangan secara langsung. “Aktifitas tambang liar ini harus dihentikan, karena selain merusak juga sangat berbahaya bagi kelestarian lingkungan dan jiwa penambang,” kata Zulkiflimansyah.

Untuk menghentikan aktifitas penambangan liar itu, pihaknya segara membentuk tim karena kalau penambangan liar terus dibiarkan bakal mengganggu kesinambungan pembangunan pariwisata yang tengah digalakan Pemerintah Provinsi NTB khususnya dengan adanya pembangunan Kawasan Wisata KEK Mandalika dan sekitarnya.

Untuk itu, Zulkiflimansyah mengatakan, segera menandatangani Surat Keputusan (SK) Tim Penghentian Penambangan Liar itu. Dan, pihaknya bersama jajaran terkait berupaya mencarikan solusi terbaik buat masyarakat bila sudah tidak bisa menambang lagi. Misalnya dengan mengupayakan pekerjaan yang layak mencari nafkah. “Kita upayakan solusi pekerjaan terbaik buat para penambang,” sebut dia.

Sebelumnya Bupati Lombok Tengah, HM Suhaili FT telah memerintahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) bersama Aparat Kepolisian dan TNI mencegah aksi penambangan liar tersebut. Namun, hingga kini aktifitas terlarang tersebut masih beroperasi. (LS)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Daerah

Kapolsek Lamba Leda Bungkam Soal Kasus Dugaan Pengeroyokan di Gongger

Published

on

Continue Reading

Daerah

Antisipasi Pasien Corona, RSUD Karanganyar Siapkan Ruang Isolasi Khusus

Published

on

Continue Reading

Daerah

Penemu Fosil Gading Purba di Sragen Menunggu Kompensasi dari Pihak Museum Sangiran

Published

on

Continue Reading
Loading...




Loading…

#Trending