Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Daerah

Pemuda Desa Penyangga Diutamakan Ikut Pelatihan Race Officials MotoGP di Sepang

Published

on

MATARAM, Realitarakyat.com– Tim seleksi dan penjaringan bakal mengutamakan pemuda dari desa penyangga kawasan Kuta Mandalika sebagai peserta seleksi pelatihan Race Official di Sirkuit MotoGP Sepang, Malaysia akhir 2019.

“Yang diutamakan memang pemuda dari desa penyangga, setidaknya ada lima desa,” ungkap Dian Sandi Utama yang ditugaskan Gubernur Zulkieflimansyah sebagai Ketua tim penjaringan di Mataram, Senin (22/7).

Sebelumnya, Pemprov NTB bersama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika menyepakati akan mengirimkan sedikitnya 300 pemuda dari NTB untuk mengikuti pelatihan Race Officials MotoGP di Sepang, Malaysia.

Hal tersebut juga disampaikan Zulkieflimansyah usai pertemuan dengan Direktur Utama ITDC, Abdulbar M Mansoer di ruang VIP Lombok International Airport (LIA) beberapa waktu lalu.

Menurut Dian, dari hasil pertemuan itu berbuah kuota untuk Kabupaten Lombok Tengah sekitar setengah dari kebutuhan yang disampaikan Gubernur, yaitu sekitar 150 orang. Sedangkan 150 orang lagi diambil dari berbagai daerah Kabupaten/Kota lainnya di NTB.

“Gubernur melalui instruksinya kepada tim yang ditugaskan meminta tim nantinya berkoordinasi aktif dengan pihak ITDC terutama soal teknis dan pendaftarannya,” tukas Dian.

Dikatakan, Gubernur ingin memastikan peserta seleksi yang direkrut benar-benar tepat sasaran dan sesuaiyang diinginkan masyarakat.
“Karena itu, Gubernur menginstruksikan untuk prioritaskan pemuda lingkar KEK Mandalika,” jelas dia.

Diungkapkan, saat ini tim seleksi dan penjaringan masih menunggu undangan rapat antara Pemprov, ITDC dan pihak penyelenggara terkait kualifikasi apa saja yang dibutuhkan. “Saya rasa, ini soal komitmen dari Gubernur yang selalu disampaikan beliau ketika berbicara soal investasi dan pembangunan.”

Gubernur malah menyampaikan, masyarakat tidak boleh menjadi penonton atas pembangunan di daerahnya. Mereka harus dilibatkan agar menikmati pembangunan itu. “Gubernur tidak main-main dalam soal pelibatan masyarakat pada pembangunan,” kata Dian.

Baca Juga :   Tiga Personel Kodim 0104 Aceh Timur Pindah Satuan

Dicontohkan, baru-baru ini politisi Zulkiflimansyah menandatangani Peraturan Gubernur (Pergub) NTB No: 20/2019 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Jasa Konstruksi Melalui Penyedia yang pointnya melindungi kontraktor lokal. “Ini soal keberpihakan. Barangkali hanya daerah kita saja yang memiliki peraturan seperti itu,” demikian Dian Sandi. (waeh)

Advertisement
Loading...
Loading…