Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Nasional

Setelah Dimediasi Mendagri, Kemenkumham dan Pemkot Tangerang Akhirnya Berdamai

Published

on

Jakarta, Realitarakyat.com – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemkumham) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, Banten, bersepakat untuk berdamai. Kedua pihak akan mencabut masing-masing laporan di kepolisian.

Hal itu diungkap Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) Hadi Prabowo di Kantor Kemdagri, Jakarta, Kamis (18/7/2019).

 

Untuk diketahui, Kemdagri memfasilitasi pertemuan Sekjen Kemkumham Bambang Rantam Sariwanto dan Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah. Gubernur Banten, Wahidin Halim juga turut diundang.

 

“Telah ada kesepakatan. Tentunya akan menarik seluruh pengaduan dan juga pelayanan publik dipulihkan. Terkait normatif di dalam perizinan dan tata ruangnya ini akan diselesaikan sebaik-baiknya,” ungkap Hadi seusai pertemuan.

 

Hadi menuturkan, pelayanan publik yang sempat dicabut oleh wali kota akan kembali seperti semula. “Pelayanan publik yang sempat dihentikan, baik itu listrik, baik itu sampah, baik itu drainase, air, dan sebagainya dipulihkan kembali,” imbuh Hadi.

Hadi menyatakan, pemanggilan Arief merupakan bentuk teguran. Karenanya, Kemdagri tidak memberikan sanksi kepada Arief. “Kita ini kan memanggil yasudah merupakan bentuk teguran nyata. Bahkan pak gubernur Banten kita undang hadir,” tegas Hadi.

Sementara itu, Bambang membenarkan kesepakatan tersebut. Menyangkut penuntasan permasalahan aset tanah, Bambang akan membahasnya dengan gubernur Banten pada pertemuan berikutnya.

“Sudah direncanakan dengan Pak Gubernur terkait dengan kepentingan-kepentingan itu (aset),” ucap Bambang.

Sedangkan Arief menegaskan, pihaknya berkomitmen melaksanakan instruksi pemerintah pusat. Pelayanan publik juga sudah pulih. “Sebetulnya sudah seperti biasa. Dan Alhamdulillah, dengan pertemuan ini akan lebih baik lagi,” kata Arief.(Wahyu)

Baca Juga :   Di Vonis 7 Tahun Penjara, Mantan Bupati Labuhan Batu di Eksekusi ke Tanjung Gusta
Advertisement
Loading...
Loading…