Connect with us

Kriminal

Terbukti Korupsi, Johanis Mesah Dituntut 4, 6 Tahun Penjara

Published

on

Kupang, realitarakyat.com – Selasa (16/7) Pengadilan Tipikor Kupang kembali menggelar sidang kasus dugaan korupsi pengadaan dan pemasangan Pembangkit  Listrik Tenaga Surya (PLTS) terpusat 15 KWP di Desa Dodaek, Kecamatan Rote Selatan, Kabupaten Rote Ndao.

Sidang kali ini beragendakan pembacaan tuntutan untuk terdakwa Johanis
Mesah yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Hendrik Tiip dipimpin majelis hakim Teddy dan didampingi dua hakim anggota lainnya serta terdakwa didampingi kuasa hukumnya.

Dalam amar tuntutan JPU Hendrik Tiip menegaskan bahwa terdakwa telah
terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi dalam proyek pengadaan  dan pemasangan PLTS di Kabupaten Rote Ndao.

Untuk terdakwa dituntut selama 4, 6 tahun penjara. Terdakwa juga diwajibkan
untuk membayar denda sebesar Rp 350 juta subsidair 3 bulan kurungan.

Selain pidana badan selama 4, 6 tahun penjara dan denda sebesar Rp 250
juta, terdakwa juga diwajibkan untuk.membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp. 607. 954. 512, 00 subsidair 2 tahun 10 bulan kurungan.

Menurut JPU, perbuatan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan
sebagaimana telah diatur dan diancam dalam.pasal 2 jo Pasal 18 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

“Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi sehingga dituntut selama 4, 6 tahun penjara” tegas JPU Hendrik Tiip.

Ditambahkan Hendrik, dirinya selaku JPU meminta agar terdakwa Johanis Mesah segera ditahan. pasalnya, selama ini terdakwa tidak pernah ditahan di Rumah Tahanan. Untuk itu majelis hakim yang mengadili dan memutuskan perkara ini dapat dapat menerima segala tuntutan JPU.

Usai membacakan tuntutan terhadap terdakwa Johanis Mesah, majelis hakim menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda pembacaan pledoi (pembelaan) dari kuasa hukum terdakwa.(rey)

Baca Juga :   KPK OTT Bupati Labuhanbatu
Advertisement
Loading...
Loading…