Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Nasional

Pesawat Garuda Pengangkut Haji Sempat Terbang Selama 2 Jam , Akhirnya Berputar Balik

Published

on

Jakarya, Realitarakyat.com –  Jemaah haji dari Embarkasi Ujung Pandang (UPG) kloter 14 mengalami penundaan penerbangan ke Madinah karena pesawat Garuda Indonesia yang mengangkut mereka mengalami gangguan teknis. Padahal pesawat tersebut sudah sempat terbang selama dua jam.

Kepala Daerah Kerja Madinah Akhmad Jauhari, mengatakan, pesawat bernomor GA1114 tersebut membawa sekitar 400 jemaah dari Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar tujuan Bandara Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah.

Pesawat itu berangkat pada pukul 19.00 waktu setempat, Selasa (16/7/2019) dan baru diberangkatkan lagi pada pukul 06.00, Rabu (17/7/2019).

“Sesuai laporan, pesawat sudah sempat terbang, karena ada alasan teknis sehingga kembali lagi dan baru diterbangkan 10 jam kemudian,” kata Jauhari, Rabu (17/7/2019).

Berdasarkan data di situs penerbangan Flight Aware, pesawat Boeing 747-400 tersebut sudah terbang selama sekitar dua jam sebelum memutuskan putar balik. Total pesawat itu sudah mengudara empat jam hingga kembali lagi ke Bandara Sultan Hasanuddin.

Pihak Garuda Indonesia telah menginformasikan keterlambatan tersebut kepada tim PPIH di bandara Madinah dalam surat resminya. Pesawat yang seharusnya tiba pukul 01.15 Waktu Arab Saudi (WAS), mundur menjadi pukul 11.25 WAS.

Jauhari menuturkan, keterlambatan penerbangan ini berdampak pada penyediaan akomodasi dan katering jemaah kloter UPG 14. Koordinasi terkait perubahan tersebut telah dilakukan oleh berbagai pihak terkait sehingga tidak berdampak buruk bagi ibadah jemaah.

Dia mengungkapkan, dari sisi katering misalnya, jika tidak dilakukan koordinasi maka makanan tersebut akan tidak layak konsumsi karena terlanjur disediakan padahal jemaah belum tiba. Untuk akomodasi, keterlambatan akan berdampak pada waktu penyewaan hotel.

“Layanan akomodasi basisnya adalah kedatangan. Jika mengacu pada jadwal awal, tentu check outnya juga lebih cepat. Maka kami mengantisipasi berupa reploting agar hak jemaah untuk melaksanakan arbain terpenuhi,” pungkas Jauhari.(Hasyim)

Baca Juga :   KPK : OTT Kudus Berkat Laporan Masyarakat, Harta Kekayaannya Hanya Rp 912 Juta
Advertisement
Loading...
Loading…