Connect with us

Daerah

Cegah Stunting, LSM Ayo Indonesia Gandeng Yayasan Schmitz

Published

on

MANGGARAI, Realitarakyat.com– Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Ayo Indonesia menggandeng Yayasan Schmitz sebagai lembaga pendana untuk mencegah stunting atau kekurangan gizi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pencegahan dimulai dengan sosialisasi dan pencegahan pelatihan membuat susu kedelai di wilayah layanan Pukesmas Pagal di Desa Welu, Cibal, Kabupaten Manggarai.

Direktur Ayo Indonesia, Tarsius Hurmali mengatakan, kegitan bertujuan memerangi stunting anak dibawah dua tahun. “Pendana hari ini yayasan Schimtz. Proyek ini masuk target Pemerintah Manggarai menurunkan angka stunting,” kata Tarsius kepada sejumlah awak media di Welu akhir pekan ini.

Dikatakan, LSM yang ia pimpin Ayo telah membentuk 32 kader Posyandu dan mereka telah melakukan pelatihan untuk mengembangkan kualitas agar mampu memberikan informasi serta pelayanan yang efektif kepada masyarakat. “Pendekatan bertujuan membagikan pengetahuan. Kader posyandu adalah guru karena mereka memberikan informasi kepada masyarakat.”

Pada periode implementasi proyek, 3.600 audiens dari 26 posyandu dan staf Pemdes termasuk remaja mendapatkan informasi tentang stunting. Kader juga telah menerapkan pengukuran stunting di setiap posyandu.

Pantauan Realitarakyat.com, usai sosialisasi di Desa Welu, staf Ayo Indonesia bersama donatur mendatangi anak 15 bulan. Mereka diberi makanan tambahan seperti susu, kedelai, telur dan minyak goreng. Salah satu penerima adalah Maria Kristiani. Maria putri Nikolaus Patut- Vivianti Suriani Ambur yang berstatus penyandang stunting.

Kegiatan itu didampingi perwakilan Dinas Kesehatan Manggari, Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi, Maria Hiasinta Tanggu, team Medis dari Puskesmas Pagal dan Pemdes setempat.

Baca Juga :   SAPMA PP Langsa Minta Pemuda Wujudkan Pemilu Berkualitas
Advertisement
Loading...
Loading…