Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Daerah

DKP3 Ajak Ibu-Ibu Ciptakan Inovasi Makanan Ringan Tanpa Beras dan Terigu

Published

on

TANGSEL, Realitarakyat.com– Sedikitnya, 50 peserta dari tujuh kecamatan ikut Lomba Inovasi Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) menu makanan ringan berbahan dasar non beras dan terigu di Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kota Tangsel, Serpong, Kamis (11/7).

Kepala Bidang Keanekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, M Faridzal mengatakan, para peserta itu berasal dari Kelompok Wanita Tani (KWT) dan kelompok Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ini menyiapkan menu makanan ringan berbahan dasar jagung, ubi, singkong, kentang untuk diikutkan dalam lomba.

Tujuannya, kata Faridzal, memberi dorongan kepada ibu untuk meningkatkan keragaman konsumsi dengan prinsip non beras dan terigu dengan tujuan menghilangkan ketergantungan kepada beras.

Dengan Peraturan Walikota (Perwal) 2020 untuk keanekaragaman konsumsi dan ketahanan pangan, nantinya setiap OPD harus menggunakan bahan pangan lokal sebagai konsumsi rapat. “Perwal baru disusun. Saya berharap ini bisa bersinergi dengan Dinkop, Indag Tangsel dan pelaku UKM yang dinaungi kedua dinas itu,” jelas Faridzal.

Pemenang lomba bakal diikutkan pada lomba tingkat Provinsi. Mereka akan dibina melalui forum KWT. Penilaiannya pun dihitung berdasarkan penampilan yang menarik, kadar kalori, protein dan lainnya. Juri penilai adalah Chef Ranu, Ahli Gizi Dinas Ketahanan Pangan Banten dan PKK Tangsel.

Ranu berharap, UKM Tangsel dapat dengan mandiri melakukan inovasi dari bahan pangan lokal. “Melalui lomba ini UKM dapat menciptakan oleh-oleh khas Tangsel seperti makanan ringan Croissant Singkong, Getuk Miyabi, Risova, Tart Mocaft, Banana Cassava, Pastel Tutup Ubi Ungu dan lain sebagainya. Namun, menunya masih dibawah standar. Padahal, sebuah produk harus sesuai dengan karakter dan kemasan harus pembeli.

Baca Juga :   Soal Tapal Batas, Advokat Manggarai Raya Bakal Gugat Putusan Mendagri ke PTUN
Advertisement
Loading...
Loading…