Connect with us

Luar Negeri

Membantah, Pemerkosa TKI Di Malaysia Bebas

Published

on

JAKARTA,Realitarakyat.com. – Kepolisian Negara Bagian Perak, Malaysia sempat menahan anggota DPR Negara Bagian, Paul Yong, yang diduga memerkosa seorang asisten rumah tangga asal Indonesia. Namun, setelah dia membantah tuduhan itu polisi lalu membebaskannya.

Hanya bebasnya tersebut dengan jaminan penyelidikan kasusnya tetap berjalan. “Saya membantah tuduhan itu. Saya tegaskan saya tidak pernah memerkosa atau melakukan pelecehan seksual terhadap dia,” kata Yong, seperti dilansir Malay Mail, Kamis (11/7).

Yong, Ketua Komite Urusan non-Islam, Perkampungan dan Perumahan, Pemerintahan Lokal serta Transportasi Umum Malaysia itu menyatakan dirinya akan menghormati proses hukum yang dilakukan kepolisian setempat. Tapi, dia berharap aparat melakukan penyelidikan secara mandiri dan profesional.

“Meski saya yakin tidak bersalah, saya tetap akan bekerja sama dengan kepolisian dan menghadirkan saksi untuk membantu polisi dan memperlihatkan bahwa tuduhan itu salah. Saya yakin kebenaran akan terungkap,” kata Yong.

Sebelumnya, TKI yang identitasnya dirahasiakan mengadu ke kepolisian Perak pada Senin lalu bahwa dirinya diperkosa di rumah sang majikan di daerah Meru.

Kepala Kepolisian Perak, Datuk Razarudin Husain, menyatakan anak buahnya menangkap Yong pada Rabu kemarin. Penyidik langsung memeriksa pelapor dan tersangka.

Penyidik juga meminta korban dan tersangka menjalani pemeriksaan medis sebagai bagian penyelidikan. Namun, polisi memutuskan membebaskan Yong dengan jaminan setelah sempat ditahan usai menjalani pemeriksaan.

“Tersangka dibebaskan dengan jaminan sementara kepolisian sampai penyidikan selesai. Pelapor saat ini ditempatkan di lokasi rahasia yang dijaga polisi sampai berkas perkaranya diajukan ke Markas Besar Kepolisian Bukit Aman dan Kejaksaan Negara Bagian Perak,” kata Husein.
.
Menurut Husain, Yong dijerat dengan Pasal 376 tentang pemerkosaan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Malaysia. Jika terbukti bersalah, Yong terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara dan dicambuk.

Baca Juga :   Dikecam Dunia, Sultan Brunei Tunda Berlakukan Hukuman Mati Bagi LGBT dan Kelainan Sex
Advertisement
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Loading…

#Trending