Connect with us

Politik

Ilham dan Evi Novita akan Dicopot dari Jabatan KPU

Published

on

Jakarta,Realitarakyat.com. – Dua komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra dan Evi Novita Ginting telah dinilai DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) melanggar kode etik, sehingga harus dicopot dari jabatannya di KPU.

Untuk itu, KPU akan menggelar rapat pleno minggu ini untuk merombak jabatan yang dipegang para komisioner. Rapat pleno perombakan ini terkait pelanggaran etik oleh dua komisionernya tersebut.

“Pada satu-dua hari ini kita akan melakukan rapat pleno,” tegas Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Kamis (11/7).

Menurut Evi, belum ada jadwal pasti kapan rapat pleno tersebut. Sebab agenda para komisioner sedang padat, khususnya terkait sengketa pileg Pemilu 2019.

Rapat itu akan meresmikan pencopotan Evi dari jabatan Ketua Divisi SDM, Organisasi, Diklat, dan Litbang KPU RI. Begitu pula Ilham yang tak lagi menjabat Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan dan Logistik.

Rapat pleno tersebut, kata Evi, akan menentukan siapa komisioner yang akan mengemban jabatan tersebut. Lalu akan ditentukan pula jabatan baru bagi Evi dan Ilham.

“Saya pikir bisa dilakukan dan semua kegiatan maupun tugas tidak mengalami kendala karena kita mengambil keputusan itu secara kolektif kolegial,” pungkas Evi.

Sebelumnya, DKPP memutus dua Komisioner KPU melanggar kode etik dalam dua kasus berbeda. Evi Novida Ginting Manik dinyatakan melanggar kode etik terkait seleksi komisioner KPUD Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara periode 2019-2024. Sementara Komisioner Ilham Saputra melanggar kode etik terkait pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI Partai Hanura.

DKPP memerintahkan KPU mencopot keduanya dari jabatan ketua divisi masing-masing. DKPP juga memerintahkan Bawaslu untuk mengawasi putusan tersebut.

Baca Juga :   Anang Desak Sahkan RUU Permusikan dan Ekonomi Kreatif
Advertisement
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Loading…

#Trending