Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Nasional

192 Nama Lolos Administrasi Capim KPK

Published

on

Jakarta,Realitarakyat.com. – Panitia seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK) mengatakan jika sebanyak 192 nama yang lolos seleksi administrasi. 192 itu dari 376 orang yang mendaftar.

“Dari 376 orang pendaftar, yang dinyatakan lulus seleksi administrasi sebanyak 192 orang,” tegas Ketua Pansel KPK, Yenti Ganarsih di Kementerian Sekretariat Negara, Kamis (11/7).

Menurut Yenti, 192 nama itu terdiri dari 180 orang laki-laki dan 12 orang perempuan. Pendaftar berlatar belakang akademisi yang lolos sebanyak 40 orang dari 76 pendaftar. Kemudian pendaftar yang berprofesi advokat atau konsultan hukum yang lolos 39 orang dari 63 pendaftar.

Sementara latar pegawai swasta, BUMD, dan BUMN yang lolos 17 orang dari 40 pendaftar. Jaksa atau hakim yang lolos 18 orang dari 20 pendaftar.

Satu anggota TNI yang mendaftar tidak lolos karena tak memenuhi syarat administrasi. Selanjutnya, kata Yenti, 13 anggota Polri yang mendaftarkan diri lolos semua.

Pendaftar berlatar auditor yang lolos sebanyak sembilan orang dari 11 yang mendaftar. Komisioner atau pegawai KPK yang lolos 13 orang dari 18 orang pendaftar.

Sedangkan, lanjut Yenti, pendaftar berlatar belakang seperti Pegawai Negeri Sipil (PNS), pensiunan, wiraswasta, anggota NGO, dan pejabat negara yang lolos 43 orang dari 134 yang mendaftarkan diri.

“Nama-nama pendaftar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi akan diumumkan mulai hari ini melalui website Kementerian Sekretariat Negara,” tuturnya.

192 nama yang dinyatakan lolos ini diwajibkan mengikuti seleksi tahap berikutnya yakni uji kompetensi yang meliputi objective test, dan penulisan naskah pada Kamis 18 Juli 2019 di Pusdiklat Kementerian Sekretariat Negara, Cilandak, Jakarta Selatan.

Baca Juga :   DPR Minta Telkom Tingkatkan Kualitas Pelayanan
Advertisement
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Nasional

UU Otda Dianggap Pemicu Kerusuhan Papua

Published

on

Ekonom dari The Indonesian Democracy Initiative (TIDI), Handi Rizsa (tengah) / Realitarakyat.com

Jakarta, Realitarakyat.com – Undang Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagai landasan otonomi daerah (otda) saat ini sudah tidak relevan.

Demikian pendapat ekonom dari The Indonesian Democracy Initiative (TIDI), Handi Rizsa dalam acara diskusi di kawasan Jakarta, Minggu (15/9/2019).

“Zaman Orba (orde baru) pemerintahan yang ada sentralistis tetapi begitu reformasi lahirlah otonomi daerah, semua diserahkan kepada daerah. Hal inilah yang membuat perspektif keadilan pemerataan pembangunan tersorot akibat adanya Undang Undang ini,” kata Handi.

Handi menilai tidak relevannya UU Otda tersebut menjadi salah satu pemicu rusuhnya di Papua dan Papua Barat karena masih kurang mengaturnya mengenai pembagian Sumber Daya Alam (SDA) secara adil bagi provinsi yang memiliki kekayaan melimpah itu.

“Eksekutif dan Legislatif harus duduk bersana agar UU Otda dapat di revisi supaya daerah-daerah yang memiliki kekayaan SDA melimpah dapat merasakan keadilan dari wilayahnya sendiri. Sehingga tidak ada lagi ricuh atau keluhan soal pembangunan yang merata karena ada beberapa kelemahan dasar hukum yang ada,” kata dia. [ipg]

Baca Juga :   Anggota DPR Yang Diamankan KPK Sudah Ada di Gedung Merah Putih
Continue Reading

Nasional

Alami Trauma, Lathifa Minta Wanita Papua Direhabilitasi

Published

on

Politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Lathifa Al Anshori (berjilbab) / Realitarakyat.com

Jakarta, Realitarakyat.com – Terjadinya kerusuhan di Papua dan Papua barat bukan hanya memiliki dampak kerugian pada sektor ekonomi saja. Wanita Papua yang terkenal lembut dan ramah, banyak yang psikologisnya terganggu.

Melihat itu, Politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Lathifa Al Anshori meminta kepada pemerintah untuk melakukan rehabilitasi psikologi terhadap wanita papua yang mengalami trauma pasca kerusuhan di Papua.

“Saya menemui ada Ibu atau Mama Papua yang sedang mengandung mengalami trauma. Dimana sangat protektif dan mengambil sikap berjaga jaga dengan pembicaraan nada tinggi dan rata-rata begitu semua. Hal ini saya harap perlu dipulihkan jangan hanya ekonomi saja,” kata Lathifa dalam diskusi di kawasan, Jakarta, Minggu (15/9/2019).

Politsi wanita muda ini pun mengaku bahwa pemulihan dan menjaga perdamaian di satu daerah memang bukan perkerjaan yang mudah dan singkat. Oleh karena itu dirinya berharap semua pihak dapat saling gotong royong saling menjaga dan membangun Indonesia lebih baik.

“Menjaga dan mempertahankan kedamaian itu memang lebih sulit ketimbang kericuhan. Tapi kesulitan itu dapat terminimalisir bilamana ada kerjasama gotong royong dari semua pihak,” kata dia. [ipg]

Baca Juga :   Wapres JK Akan Buka Sail Sabang
Continue Reading

Nasional

Papua Bisa Jadi Tumpuan Dunia

Published

on

Peneliti Papua Center, Bambang Shergi Laksmono / Realitarakyat.com

Jakarta, Realitarakyat.com – Peneliti dari Papua Center, Bambang Shergi Laksmono mengatakan, usai terjadinya kerusuhan di Papua dan Papua Barat, seharusnya dapat menjadi motivasi semua pihak, untuk bersatu membangun lebih baik, dan lebih maju.

Dirinya berkeyakinan bila semua aspek bersatu, masalah Papua yang begitu kompleks dapat menjadi suplemen penguatan agar bumi cendrawasih menjadi tumpuan dunia.

“Masalah yang begitu kompleks jangan menjadi halangan tetapi menukan solusi bagaimana secara global Papua tidak hanya menjadi tumpuan nasional, tetapi juga menjadi tumpuan ekonomi dunia,” kata Bambang dalam sebuah diskusi di kawasan Jakarta, Minggu (15/9/2019).

Usai terjadi kerusuhan, Bambang pun optimis perhatian pemerintah ke Papua dan Papua Berat akan seimbang layaknya seperti pemindahan Ibukota ke Kalimantan Timur.

Dimana dirinya menyampaikan semua aspek yang ada akan diperhatikan tidak hanya soal infrastruktur tetapi juga sektor lainnya.

“Saya nilai pemerataan pembangunan di Papua pasti akan efektif layaknya di Kalimantan karena hal ini terjadi secara bersamaan sehingga penuntasannya pun akan dilakukan secara waktu yang sama,” kata dia. [ipg]

Baca Juga :   Anggota DPR Yang Diamankan KPK Sudah Ada di Gedung Merah Putih
Continue Reading
Loading…