Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Nasional

Perkuat Sistem Penanganan Insiden di Laut, Bakamla Gandeng Beberapa Stakeholder

Published

on

Jakarta, Realitarakyat.com – Bakamla selaku Indonesian Coast Guard menggandeng beberapa stakeholder instansi bidang kemaritiman untuk memperkuat sistem penanganan insiden di laut yang diwujudkan dalam sebuah latihan bersama Incident Command System (ICS) dengan Mobile Training Team (MTT) jajaran US Coast Guard di Jakarta.

Incident Command System (ICS) atau Sistem Komando Penanganan Darurat merupakan suatu standar sistem penanganan kejadian yang dugunakan oleh semua disiplin penanganan kedaruratan.

Struktur dan manajemen penanganan darurat yang memiliki keahlian atau kompetensi spesifik teknis dipadukan dalam sistem ICS. Memberikan informasi yang akurat, tegas, akuntabel tinggi, terencana dan kegiatan operasi yang efektif serta dukungan logistik untuk semua kejadian.

Bakamla mempunyai Kantor Pusat Informasi Marabahaya Laut (KPIML). Dalam pengintegrasian dan kolaborasi antara pengawasan dan perairan melalui sistem peringatan dini, serta pertukaran atau sharing data dan informasi antar lembaga negara ini makin diintensifkan guna menunjang tugas pokok masing-masing dalam menjaga keselamatan, keamanan dan pertahanan perairan yurisdiksi nasional.

Pelatihan antara Bakamla selaku Indonesian Coast Guard bersama Stakeholder bidang Kemaritiman dengan US Coast Guard ini menyajikan konsep, prinsip dan protokol bagian perencanaan yang ditetapkan dalam ICS dan akan membiasakan peserta dengan mekanisme kegiatan perencanaan yang ditetapkan dalam Incident Command System dan akan membiasakan peserta dengan mekanisme kegiatan perencanaan.

Dalam sambutan, Kepala Bakamla Laksamana Madya Bakamla A. Taufiq R, yang dibacakan oleh Kasubditgarlat Kolonel Bakamla Jukiman Situmorang menyampaikan beberapa hal antara lain, perairan Indonesia yang kaya akan sumber alam hayati dan mineral serta memiliki letak geografis yang strategis, menyebabkan tingginya aktivitas di perairan Indonesia baik dari kegiatan lalu lintas kapal, penangkapan ikan serta kegiatan eksplorasi dan eksploitasi lainnya di lepas pantai.

Baca Juga :   KPK Tangkap Gubernur Kepri dan Barang Bukti 6000 Dollar Singapura

Aktivitas di perairan Indonesia yang tinggi berpotensi terjadinya insiden di laut seperti kapal karam, kapal tenggelam, tabrakan kapal dan kapal terbakar, juga insiden yang terjadi akibat kegiatan di pelabuhan, kebocoran atau kerusakan pada pipa gas, minyak, serta dari kegiatan eksplorasi atau eksploitasi minyak dan gas di lepas pantai.

Untuk menghadapi situasi tersebut, diperlukan suatu sistem komando untuk mengkoordinasikan, mengendalikan, memantau serta mengevaluasi kegiatan penanganan insiden di laut.

Saat insiden atau bencana terjadi, komando penanggulangan bencana harus segera dibentuk didukung oleh komandan dan staf yang handal. Untuk memberikan pemahaman mengenai tugas dan tanggung jawab sebagai seorang Incident Commander yang efektif melalui diskusi dan latihan-latihan.

Sebagai bentuk peningkatan hubungan kerja sama antara indonesia dan USCG sekaligus meningkatkan kemampuan sumber daya manusia instansi yang bertugas di laut, bakamla bekerja sama dengan Mobile Training Team (MTT)-US Coast Guard (USCG) akan memberikan pelatihan teknis bagi Bakamla dan stakeholders-nya, salah satunya pelatihan Incident Command System-ICS.

Kegiatan pelatihan Incident Command System-ICS ini merupakan sarana untuk memberikan pemahaman kepada peserta tentang ICS sebagai referensi dalam menjalankan tugas sehari-hari di bidang keamanan dan keselamatan laut.

Pelatihan ini menjelaskan metodologi bagaimana membangun sistem untuk mengelola insiden atau krisis yang direncanakan secara efektif.

Secara garis besar, ICS adalah suatu sistem penanganan insiden yang digunakan untuk mensinergikan dan mengintegrasikan pemanfaatan semua sumber daya yang ada, baik itu sumber daya manusia, peralatan maupun dana atau anggaran.

Kegiatan diikuti sebanyak 22 orang personel Indonesian Coast Guard dan instansi terkait dan USCG, dilaksanakan selama sepuluh hari kerja mulai tanggal 8 sampai dengan 19 Juli 2019, di Jakarta.

Baca Juga :   Penjelasan Anies Baswedan Soal IMB Pulau Reklamasi Dianggap Basa Basi

Adapun materi yang dikembangkan antara lain Basic Principles of ICS, Incident Commander & Command Stan“ Functions General Staff Functions, ICS Facilities, Command Responsibilities dan beberapa materi lainnya. [ipunk]

Advertisement
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Nasional

UU Otda Dianggap Pemicu Kerusuhan Papua

Published

on

Ekonom dari The Indonesian Democracy Initiative (TIDI), Handi Rizsa (tengah) / Realitarakyat.com

Jakarta, Realitarakyat.com – Undang Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagai landasan otonomi daerah (otda) saat ini sudah tidak relevan.

Demikian pendapat ekonom dari The Indonesian Democracy Initiative (TIDI), Handi Rizsa dalam acara diskusi di kawasan Jakarta, Minggu (15/9/2019).

“Zaman Orba (orde baru) pemerintahan yang ada sentralistis tetapi begitu reformasi lahirlah otonomi daerah, semua diserahkan kepada daerah. Hal inilah yang membuat perspektif keadilan pemerataan pembangunan tersorot akibat adanya Undang Undang ini,” kata Handi.

Handi menilai tidak relevannya UU Otda tersebut menjadi salah satu pemicu rusuhnya di Papua dan Papua Barat karena masih kurang mengaturnya mengenai pembagian Sumber Daya Alam (SDA) secara adil bagi provinsi yang memiliki kekayaan melimpah itu.

“Eksekutif dan Legislatif harus duduk bersana agar UU Otda dapat di revisi supaya daerah-daerah yang memiliki kekayaan SDA melimpah dapat merasakan keadilan dari wilayahnya sendiri. Sehingga tidak ada lagi ricuh atau keluhan soal pembangunan yang merata karena ada beberapa kelemahan dasar hukum yang ada,” kata dia. [ipg]

Baca Juga :   Yenny: Dialog Peradaban Lintas Agama untuk Persatukan Umat
Continue Reading

Nasional

Alami Trauma, Lathifa Minta Wanita Papua Direhabilitasi

Published

on

Politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Lathifa Al Anshori (berjilbab) / Realitarakyat.com

Jakarta, Realitarakyat.com – Terjadinya kerusuhan di Papua dan Papua barat bukan hanya memiliki dampak kerugian pada sektor ekonomi saja. Wanita Papua yang terkenal lembut dan ramah, banyak yang psikologisnya terganggu.

Melihat itu, Politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Lathifa Al Anshori meminta kepada pemerintah untuk melakukan rehabilitasi psikologi terhadap wanita papua yang mengalami trauma pasca kerusuhan di Papua.

“Saya menemui ada Ibu atau Mama Papua yang sedang mengandung mengalami trauma. Dimana sangat protektif dan mengambil sikap berjaga jaga dengan pembicaraan nada tinggi dan rata-rata begitu semua. Hal ini saya harap perlu dipulihkan jangan hanya ekonomi saja,” kata Lathifa dalam diskusi di kawasan, Jakarta, Minggu (15/9/2019).

Politsi wanita muda ini pun mengaku bahwa pemulihan dan menjaga perdamaian di satu daerah memang bukan perkerjaan yang mudah dan singkat. Oleh karena itu dirinya berharap semua pihak dapat saling gotong royong saling menjaga dan membangun Indonesia lebih baik.

“Menjaga dan mempertahankan kedamaian itu memang lebih sulit ketimbang kericuhan. Tapi kesulitan itu dapat terminimalisir bilamana ada kerjasama gotong royong dari semua pihak,” kata dia. [ipg]

Baca Juga :   Paripurna DPR Perpanjang Pembahasan 12 RUU
Continue Reading

Nasional

Papua Bisa Jadi Tumpuan Dunia

Published

on

Peneliti Papua Center, Bambang Shergi Laksmono / Realitarakyat.com

Jakarta, Realitarakyat.com – Peneliti dari Papua Center, Bambang Shergi Laksmono mengatakan, usai terjadinya kerusuhan di Papua dan Papua Barat, seharusnya dapat menjadi motivasi semua pihak, untuk bersatu membangun lebih baik, dan lebih maju.

Dirinya berkeyakinan bila semua aspek bersatu, masalah Papua yang begitu kompleks dapat menjadi suplemen penguatan agar bumi cendrawasih menjadi tumpuan dunia.

“Masalah yang begitu kompleks jangan menjadi halangan tetapi menukan solusi bagaimana secara global Papua tidak hanya menjadi tumpuan nasional, tetapi juga menjadi tumpuan ekonomi dunia,” kata Bambang dalam sebuah diskusi di kawasan Jakarta, Minggu (15/9/2019).

Usai terjadi kerusuhan, Bambang pun optimis perhatian pemerintah ke Papua dan Papua Berat akan seimbang layaknya seperti pemindahan Ibukota ke Kalimantan Timur.

Dimana dirinya menyampaikan semua aspek yang ada akan diperhatikan tidak hanya soal infrastruktur tetapi juga sektor lainnya.

“Saya nilai pemerataan pembangunan di Papua pasti akan efektif layaknya di Kalimantan karena hal ini terjadi secara bersamaan sehingga penuntasannya pun akan dilakukan secara waktu yang sama,” kata dia. [ipg]

Baca Juga :   Dirut PT PILOG Dijadwalkan KPK
Continue Reading
Loading…