Connect with us

Nasional

Guru Beler, DPR Pastikan Dukung Amnesti Baiq Nuril

Published

on

Jakarta,Realitarakyat.com. – Perjalanan panjang guru honorer di Nusa Tengara Barat (NTB), sebagai korban pelecehan seksual, ibu Baiq Nuril untuk mencari keadilan sejak 2014 silam seolah kandas setelah pengajuan kembali (PK) –nya ditolak oleh Mahkamah Agung (MA). Sehingga harapan terakhir hanya pengampunan atau amnesti dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Karena itu, Baiq Nuril terus berjuang mencari keadilan tersebut ke Kemenkumham RI dan DPR RI. Anggota Komisi VI DPR FPDIP Rieke Diah Pitaloka turut mendampingi ke Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (10/7/2019).

Selain Rieke, ada anggota Komisi III DPR RI Nasir Jamil, Joko (kuasa hukum), dan ibu Ratna. Nasir Jamil dalam diskusi ‘Baiq Nuril Ajukan Amnesti, DPR Setuju?” menegaskan jika Komisi III DPR dipastikan akan memberikan pertimbangan untuk menyetujui amnesti tersebut.

Kewenangan Presiden Jokowi memberikan amnesti ini semata untuk memberdayakan dan melindungi kaum perempuan, khususnya korban pelecehan seksual. “Amnesti itu menghilangkan hukum yang diputus bersalah menjadi tak bersalah. Amnesti itu hanya butuh pertimbangan DPR, dan saya yakin DPR akan mendukung,” ujarnya.

Menurut Nasir Jamil, amnesti untuk Baiq Nuril ini juga sebagai momemtum ‘restorasi justice’ bersamaan dengan revisi UU KUHP. Mengapa? Pasal-pasal di KUHP itu masih formalistik dan teks-teks itu tak akan menyelesaikan masalah.

Apalagi dalam kasus Baiq Nuril ini, pelakunya M disebut sebagai ‘Guru beler’ atau guru yang dikenal mesum oleh masyarakat. “Mestinya hakim mempertimbangkan, memperhatikan penilaian itu untuk keputusan hukum. Hakim itu harus memperhatikan rasa keadilan masyarakat, dan bukan hanya menjadi corong hukum. Jadi, amensti ini kini di tangan Presiden Jokowi untuk melindungi dan memberdayakan perempuan,” tuturnya.

Rieke sendiri sejak awal mendampingi dan memperjuangkan Baiq Nuril ini bebas, karena tidak bersalah. Pengadilan Mataram memutus bebas, pakar ITE (Informasi dan transaksi elektronik) dari Kemenkominfo pun, menyatakan Baiq Nuril tak bersalah, maka satu-satunya jalan sekarang adalah amnesti.

Baca Juga :   NIP untuk 20.970 CPNS di 86 Instansi Sudah Ditetapkan

Dalam kesempatan itu Baiq Nuril sendiri tampak menangis, karena selama 2,5 bulan meninggalkan anak-anak dan keluarganya.

“Saya tak ingin menjadi konsumsi publik karena.anak-anak pasti menonton, dan mereka pasti menangis. Tapi, saya yalkin kebenran dan keadilan itu akan terbukti dan berakhir baik. Saya tak ingin ada perempuan seperti saya, bagaimana pedihnya meninggalkan anak-anak,” tutur Baiq sambil menangis.

Advertisement
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Loading…

#Trending