Connect with us

Daerah

Kejari Rote Ndao Segera Tetapkan Tersangka Kasus ADD Lakamola

Published

on

Foto : Edy Hartoyo, SH, M. Hum

Kupang, realitarakyat.com – Tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Rote Ndao segera menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi anggaran dana desa (ADD) di Desa Lakamola, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao.

Namun, untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka tim penyidik masih perlu melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi lagi dalam perkara tersebut.

Demikian diungkapkan Kajari Kabupaten Rote Ndao, Edy Hartoyo, SH, M. Hum kepada wartawan di Kupang, Senin (8/7).

Dijelaskan Edy, sebelum ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi ADD Lakamola, penyidik juga bakal menggelar ekspose (gelar perkara) untuk diketahui oknum yang paling bertanggung jawab dalam kasus itu.

Ditegaskan Edy, kasus dugaan korupsi ADD di Desa Lakamola telah ditingkatkan statusnya dari penyelidikan (Lid) menjadi penyidikan (dik).

Ditambahkannya, pengalihan status perkara dari penyelidikan menjadi penyidikan karena ditemukannya unsur tindak pidana atau perbuatan melawan hukum dalam pengelolaan ADD Lakamola.

“status kasusnya kini sudah ditingkatkan dari penyelidikan (Lid) menjadi penyidikan (Dik) oleh penyidik karena ditemukannya unsur tindak pidana,” tegas Edy.

Dilanjutkannya, untuk penuntasan kasus itu tim penyidik Tipidsus Kejari Kabupaten Rote Ndao bakal menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap para saksi – saksi dalam perkara itu.

“kami akan jadwalkan lagi pemeriksaan saksi – saksi yang sebelumnya telah diperiksa penyidik,” kata Edy.

Perlu diketahui bahwa, dalam anggaran dana desa itu terdapat beberapa pekerjaan fisik yang diduga kuat dikerjakan oleh oknum anggota DPRD NTT dengan inisial NT.

Dimana NT diduga kuat menggunakan beberapa perusahaan seperti CV. Putra Lakamola, CV. Embung Pengodoa, CV. Bavandele Kasih dan CV. Graceano.

Anggaran dana desa itu diperuntukan untuk pekerjaan fisik seperti pekerjaan fisik Posyandu, jalan lamparit, embung, dan pengadaan kawat duri. Sedangkan pekerjaan fisik posyandu hingga kini belum juga dituntaskan.(rey)

Baca Juga :   KPU LABUSEL GELAR RAPAT KERJA
Advertisement
Loading...
Loading…