Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Daerah

Kadis Syariat Islam: Praktik Rentenir Sudah Meresahkan Masyarakat Langsa

Published

on

LANGSA, Realitarakyat.com– Di tengah perekonomian sulit seperti lima tahun belakangan ini, keberadaan rentenir yang sering disebut Bank 47 semakin merajalela mencari mangsanya di Kota Langsa dan sekitarnya.

Namun, keberadaan mereka itu sudah sampai kepada meresahkan masyarakat Kota Langsa yang mayoritas umat Islam. Soalnya, praktik lintah darat itu selain haram hukumnya, bunganya juga mencekik leher. Padahal, Provinsi Aceh menerapkan UU Syariat Islam.

“Akibat kesulitan ekonomi dan godaan dari para lintah darat itiu, banyak warga menjadi korban karena terjerat praktek Bank,” ungkap Kepala Dinas Syari’at Kota Langsa, Drs H Ibrahim Latif usai acara Safari Subuh di Masjid Darul Ilham, Gampong Kapa, Langsa Timur, Sabtu (6/7).

Dikatakan, para rentenir ini tidak saja mencari mangsa di pasar tetapi sudah masuk ke gampong-gampong. Mereka menawarkan pinjaman uang kepada calon mangsanya dengan cara mudah. Namun, bunganya sangat mencekik.

Misalnya, kata Ibrahim, para rentenir meminjamkan uang Rp 1 juta. Peminjam bisa mengembalikan cicilan setiap hari dengan jangka waktu satu sampai dua 1 tahun dimana pinjam tersebut harus ditutup menjadi Rp 2 juta dan seterusnya. “Bila tidak dicicil sesuaiperjanjian, bunganya dinaikkan,” jelas Ibrahim.

Dikatakan, praktik rentenir ini melanggar Syari’at Islam dan meresahkan masyarakat. Karena itu, kita meminta pihak berwajib menertibkannya. Jika tidak segera ditertibkan dikhawatir masyarakat bertindak dengan cara mereka sehingga terjadi hal yang tidak diinginkan.

Petugas Polisi Wilayatul Hibah (WH) Kota Langsaterus memantau gerak para lintah darat ini. Bahkan ada yang berenca menangkap pelaku bila ada unsur melanggar Qanun Syari’at Islam dan menyerahkan rentenir itu ke pihak penyidik Polres Langsa.

“Menurut laporan masyarakat, rentenir yang keluar masuk gampong berasal dari Sumatera Utara dan pada umumnya non muslim dan kita khawatir selain praktik rentenir ada misi lain dibalik itu,” terang Ibrahim. Latif lagi

Baca Juga :   Syahrial Dukung Perayaan Natal Oikumene Tanjung Balai 2018

Hampir semua gampong di Kota Langsa mereka masuki. Bahkan untuk memudahkan mereka beroperasi, rentenis itu menyewa rumah warga. Rumah sewaan itu mereka jadikan berkumpul waktu malam. Siang hari mereka terpencar mencari mangsa.

“Kita berharap masyarakat jangan berurusan dengan rentenir. Selain haram, pinjaman para rentenit itu mencekik,” demikian Ibrahim Latif. (MS)

Advertisement
Loading...
Loading…