Connect with us

Kriminal

Tulis Surat Ke Presiden, Baiq Nuril Ingin Amnesti

Published

on

Jakarta, Realitarakyat.com – Baiq Nuril Maknun menulis surat untuk menagih janji Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar memberikan amnesti atas perkara pelanggaran Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Melalui tulisan tangannya, mantan Guru Honorer itu menjelaskan, bahwa peninjauan kembali (PK) ditolak Mahkamah Agung (MA).

“Bapak Presiden, PK saya ditolak, saya memohon dan menagih janji bapak untuk memberikan amnesti karena hanya jalan ini satu-satunya harapan terakhir saya,” tulisnya dalam selembar kertas, Sabtu (6/7/2019).

Menurut kuasa hukum Baiq Nuril, Joko Jumadi, tulisan surat itu adalah curahan hati kliennya yang tetap divonis bersalah dengan hukuman 6 subsider 3 bulan kurungan.

“Tulisan tangan itu isinya curahan hati Ibu Nuril,” ujarnya.

Joko mengaku, akan membuat permohonan amnesti bagi kliennya. Surat itu akan memuat dasar-dasar dan gambaran besar mengapa kasus ini layak mendapat amnesti. “Kasus ini bisa menjadi preseden karena korban dikriminalisasi, korban takut melapor,” kata Joko.

MA menolak PK yang diajukan Baiq Nuril karena dalam hukuman di tingkat kasasi dinilai tak terjadi kekhilafan pada putusan hakim. Dalam putusan MA, Baiq Nuril dinyatakan terbukti bersalah melanggar Pasal 27 ayat 1 UU ITE jo Pasal 45 ayat 1 UU ITE.

Baiq Nuril dinyatakan terbukti bersalah mentransfer/mentransmisikan rekaman percakapannya dengan mantan atasannya berinisial M saat Baiq Nuril menjadi staf honorer di SMAN 7 Mataram.

Sementara itu, Baiq Nuril menegaskan sengaja merekam percakapan dengan bekas atasannya di SMAN 7 Mataram berinisial M untuk membela diri. M, disebut Baiq Nuril, kerap menelepon dirinya dan berbicara cabul. (Bisma Rizal)

Baca Juga :   Kapoldasu : Bom Ini Tidak Ada Kaitannya Dengan Politik
Advertisement
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Loading…

#Trending