Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Politik

Sebut Kogasma Ilegal, PD akan Tegakkan Disiplin Partai

Published

on

Jakarta,Realitarakyat.com. – Sekjen Partai Demokrat (PD) Hinca Pandjaitan membantah pernyataan pendiri PD yang menyebut Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) yang dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ilegal, tidak sah. Bahwa Kogasma itu ilegal karena telah ditetapkan pembentukannya dalam rapat pengurus DPP PD pada 9 Februari 2018.

Hal itu menanggapi tudingan Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Demokrat (FKPD) yang menyebut pembentukan Kogasma adalah Ilegal.

“Jadi, tudingan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang menilai Kogasma ilegal itu merupakan tudingan yang salah dan tidak berdasar,” tegas Hinca dalam keterangan persnya, Kamis (4/7/2019).

Selain itu, Hinca membantah jika Kogasma tidak memberi dampak apa pun pada PD. Justru kata dia bahwa Kogasma berhasil membawa PD memperoleh suara lebih dari yang diprediksi mayoritas lembaga survei.

Dimana Demokrat pada Pemilu 2019 berhasil memperoleh 7,77 persen suara nasional. Angka itu lebih tinggi dari prediksi sejumlah lembaga yang memperkirakan Demokrat hanya akan mendapat 3-4 persen suara di Pemilu 2019.

Karena itu kata Hinca, AHY selaku Komandan Kogasma patut diapresiasi. Terlebih, saat itu konsentrasi AHY juga terpecah lantaran almarhumah Ibu Ani Yudhoyono dirawat intensif di Singapura.

“Justru berkat kerja keras komandan Kogasma Pemenangan Pemilu 2019 bersama seluruh kader di seluruh Indonesia, Demokrat tetap mampu mempertahankan kekuatan politiknya di angka 7,7 persen,” kata anggota Komisi III DPR itu.

Dengan demikian, statement FKPD yang menyatakan pembentukan Kogasma Demokrat itu tidak memberi dampak apa pun adalah cara pandang yang misleading, tidak tepat dan tidak paham perpolitikan nasional.

Selain itu, apa yang dilontarkan FKPD adalah masalah internal partai dan karenanya Demokrat akan menempuh penegakan disiplin partai sesuai dengan mekanisme yang berlaku di internal partai.

Baca Juga :   HNW: RUU PSDN Harus Benar-benar Disikapi

‚ÄúPenegakan disiplin perlu dilakukan untuk menyelesaikan masalah itu secara tuntas, agar tidak berkembang menjadi perdebatan yang tidak produktif,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat FKPD Subur Sembiring menyebut Kogasma sebagai lembaga ilegal di Partai Demokrat. Alasannya, karena tidak diatur dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga

“Kogasma itu ilegal, tidak ada dalam AD/ART kepengurusan, saya kasih tahu itu, ini blak-blakan saya sampaikan,” kata Subur saat menggelar konferensi pers di Kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Selasa (2/7).

 

Advertisement
Loading...
Loading…