Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Olahraga

Kalahkan Swedia , Belanda Melaju Ke Final Piala Dunia Berhadapan Dengan Amerika

Published

on

Lyon,Realitarakyat.com – Tendangan jarak jauh Jackie Groenen sukses mengantarkan juara Eropa, Belanda, ke final Piala Dunia Putri 2019 untuk pertama kalinya setelah mengalahkan Swedia 1-0 melalui babak perpanjangan waktu pada pertandingan semifinal di Lyon, Prancis, Rabu (Kamis 4/7/2019 dini hari WIB).

Pemain gelandang berusia 24 tahun itu mencetak gol pada menit ke-99 memanfaatkan umpan dari luar kotak penalti dan dengan tenang melakukan tendangan ke arah sudut kanan gawang lawan.

Dengan kemenangan tersebut, Belanda akan menantang juara bertahan AS pada pertandingan puncak, Minggu.

Pertandingan yang ditandai dengan babak perpanjangan waktu untuk pertama kalinya di Piala Dunia Putri 2019 itu, semakin memperpanjang rivalistas kedua tim.

Kedua tim terakhir bertemu di perempat-final Euro 2017 yang dimenangi Belanda dengan skor 2-0 dan kemudian melaju untuk tampil sebagai juara.

Baik Belanda maupun Swedia sama-sama menampilkan pemain berbakat di barisan menyerang. Belanda diperkuat oleh pencetak gol terbanyak sepanjang masa Vivianne Miedema (60 gol), sementara Swedia, peraih medali perak Olimpiade 2016, bertumpu pada Stina Blackstenius yang telah mencetak gol kemenangan melawan Jerman di babak sebelumnya .

Namun, justru penjaga gawanglah yang menjadi bintang dan pemain yang bekerja paling keras pada 90 menit pertandingan babak reguler.

Swedia sebenarnya tampil lebih baik pada babak pertama, tapi tidak dapat menemukan jalan untuk menaklukkan kiper Belanda, Sari van Veenendaal.

Veneenendaal yang juga bertindak sebagai kapten tim, berkali-kali berhasil menyelamatkan gawangnya dari bahaya, termasuk ketika dengan reflek luar biasa berhasil memblok bola dengan kaki untuk membendung tendangan jarak dekat Lina Hurtig, tak lama sebelum turun minum.

Pertandingan berkembang menjadi lebih terbuka pada babak kedua. Tendangan bek Swedia Nilla Fischer membentur tiang gawang ketika pertandingan babak kedua baru berjalan sepuluh menit, sementara sundulan Miedema berhasil ditepis dengan ujung jari oleh Hedvig Lindahl.

Baca Juga :   Kabar Gembira, Audisi Bulu Tangkis Indonesia Dilanjutkan

Penjaga gawang berusia 36 tahun, yang baru-baru ini bermain untuk klub Inggris, Chelsea, kemudian harus bekerja keras untuk membendung serangan pemain Belanda yang tampil makin percaya diri, terutama sejak masuknya pemain sayap kanan Shanice van den Sanden.

Lindahl berhasil membendung tendangan keras Van den Sanden, pemain yang tampil dengan rambut dicat merah muda pada detik-detik terakhir babak kedua.

Tapi pertahanan Lindahl akhirnya jebol juga memasuki babak perpanjangan waktu oleh tendangan jarak Jackie Groenen yang akhirnya mengantarkan Belanda ke final Piala Dunia Putri 2019 untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.

Groenen yang akan membela Manchester United di liga utama Inggris musim depan, memilih waktu yang tepat untuk melepaskan tendangan pertama dengan tepat sasaran untuk mencetak gol pertamanya di pesta sepak bola putri terbesar dunia itu.

Meskipun baru dua kali tampil di ajang Piala Dunia, Belanda terus memperlihatkan permainan yang konsisten untuk akhirnya melaju ke partai puncak menghadapi juara dunia tiga kali AS, pada Minggu (6/7/2019).(A Fahmi)

Advertisement
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Olahraga

Persija Vs PSIS, Laga ‘Hidup Mati’ untuk Pelatih Julio Banuelos

Published

on

Pelatih Persija Jakarta, Julio Banuelos / Net

Jakarta, Realitarakyat.com – Pertandingan antara Persija Jakarta versus PSIS Semarang dalam lanjutan Shopee Liga 1 musim 2019, bukan hanya menjadi pertaruhan bagi tim asal ibukota, tetapi juga sang pelatih, Julio Banuelos.

Jika ingin bertahan di ibukota, pelatih asal Spanyol itu dituntut memenangkan pertandingan yang akan berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, Jawa Barat, Minggu (15/9/2019), pukul 15.30 WIB.

Harapan manajemen maupun pendukung fanatik Persija, The Jakmania memang cukup sederhana. Pelatih asal Spanyol itu diharapkan bisa membawa klub berjuluk Macan Kemayoran itu keluar dari jurang degradasi. Saat ini Macan Kemayoran berada di posisi 17 klasemen dengan 14 poin dari 15 pertandingan.

Terkait tuntutan itu, Julio Banuelos mengaku akan berusaha semaksimal mungkin menyiapkan tim terbaik meski pada pertandingan nanti tanpa diperkuat pemain belakang andalan, yaitu Ismed Sofyan yang terkena akumulasi kartu dan Ryuji Utomo yang masih cedera.

“Saya berharap tim tampil maksimal,” kata Banuelos. [ipg]

Baca Juga :   Berikan Semangat dan Motivasi Jokowi Kunjungi Yayasan Kanker Anak Indonesia
Continue Reading

Olahraga

F1 Singapura Terancam Gagal Akibat Kabut Asap

Published

on

Jakarta, Realitarakyat.com – Kabut asap yang menyelimuti sebagian wilayah Indonesia, akibat kebakaran hutan, membuat Balapan Formula 1 (F1) Singapura, di Sirkuit Marina Bay, pekan depan, terancam batal.

Demikian disampaikan Badan Lingkungan Hidup Singapura (NEA) seperti dikutip AFP, Minggu (15/9/2019).

“Kondisi udara semakin buruk akibat kabut asap yang menyelimuti langit Singapura sore ini,” kata NEA.

“Kondisi ini disebabkan karena adanya kiriman kabut asap akibat kebakaran hutan yang terbawa angin dari Pulau Sumatra ke Singapura.”

NEA menyatakan bahwa Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Singapura semakin memburuk, dan sudah mencapai angka 112 di beberapa daerah pada Sabtu malam.

Indeks 101-200 termasuk dalam kategori tidak sehat. Maka NEA pun menyarankan warganya untuk tidak beraktivitas di luar ruangan terlalu lama.

Akibat kabut asap itu, beberapa warga Singapura terlihat menggunakan masker. Namun, kondisi itu belum mengganggu aktivitas sehari-hari mereka.

Panitia penyelenggara F1 Singapura mengatakan ada kemungkinan kabut asap adalah penyebab utama yang menghalangi keberlangsungan balapan ‘jet darat’ tahun ini.

“Rencana sudah dirumuskan dan didiskusikan dengan stakeholder, pemerintah setempat dan komunitas Formula 1,” kata penyelenggara Formula 1 Singapura.

“Kabut asap berdampak pada jarak pandang, kesehatan masyarakat dan masalah operasional, maka F1 Singapura akan bekerja sama dengan instansi terkait sebelum membuat keputusan mengenai keberlanjutan acara tersebut.”

Sebelumnya, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sedang menyelidiki perusahaan perkebunan asal Malaysia dan Singapura, yang sudah disegel karena turut menyebabkan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah NKRI.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Penegakan Hukum KLHK, Rasio Ridho Sani saat konferensi pers di gedung Graha BNPB Jakarta, Sabtu (14/9/2019).

“Sedang kami lakukan proses penyelidikan. Di antara perusahaan yang disegel, ada beberapa perusahaan yang memiliki modal dari Singapura, tiga dari Malaysia,” kata dia.

Baca Juga :   Jaksa Agung: Setuju Densus Tipikor Dibentuk, Tapi...?

Dirinya mengaku jika pemerintah benar-benar serius akan melakukan tindakan tegas pada korporasi maupun perorangan yang melakukan pembakaran lahan untuk membuka ladang. [ipg]

Continue Reading

Olahraga

Gelar Juara Dunia MotoGP, ‘Baby Alien’ Ancam Salip ‘The Doctor’

Published

on

Valentino Rossi dan Marc Marquez bersaing ketat dalam perolehan jumlah gelar juara dunia MotoGP. (foto: ist/net)

Jakarta, Realitarakyat.com – Gelar juara dunia MotoGP sembilan kali yang disandang ‘The Doctor’ Valentino Rossi, tampaknya bakal terpecahkan oleh Marc Marquez, yang kini sudah memiliki tujuh gelar juara dunia dengan rincian lima gelar MotoGP; satu gelar 125cc, dan satu gelar Moto2.

“Marquez punya kesempatan untuk melewati jumlah gelar juara dunia MotoGP milik Rossi. Namun gelar juara itu bukan, berarti yang terbaik. Menjadi yang terbaik selalu jadi hal yang relatif. Setiap era akan memiliki keunikan tersendiri,” ujar Lorenzo dalam wawancara dengan Marca.

Sementara untuk MotoGP tahun ini, ‘Baby Alien’ (julukan Marquez) berpeluang besar untuk menambah gelar juara, mengingat Marquez sudah memiliki selisih 78 poin atas Andrea Dovizioso yang berada di posisi kedua.

“Di usianya yang muda (26 tahun), Marquez punya kesempatan bagus untuk memenangkan lebih banyak gelar dibandingkan Rossi,” kata Lorenzo menambahkan.

Lorenzo sendiri saat ini terus mencoba mencari level penampilan terbaik usai mengalami kecelakaan hebat di MotoGP Belanda.

Lorenzo mengaku kondisinya sudah semakin baik di MotoGP San Marino meski belum berada pada kondisi 100 persen.

“Namun ketika saya sudah kembali membaik dan merasa lebih kuat, maka biasanya hal seperti itu akan terlupakan. Saya pernah mengalaminya di usia 14 tahun dan juga pada 2008,” katanya.

Bagaimana di balapan MotoGP San Marino yang akan berlangsung Minggu (15/9/2019)?. (ndi)

Baca Juga :   Luiz Suarez Tak Ragu Melakukan Selebrasi Jika Berhasil Bobol Liverpool
Continue Reading
Loading…