Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Daerah

Polres Tanjung Balai Ringkus Pengeroyok Personil Polres Asahan di Cafe Pantai Galau

Published

on

TANJUNG BALAI, Realitarakyat,com– Satuan Reserse Polres Tanjung Balai mengamankan AS (56), DP (22), MIS (36) dan PS (32), tersangka pelaku pengeroyokan terhadap Briptu WS, anggota Polres Asahan, beberapa hari lalu. Penganiayaan terjadi di kafe Pantai Galau di pinggir muara Sungai Asahan, Kamis (27/6) sekitar pukul 19.00 WIB.

“Setelah dimita keterangan dari keempat tersangka, keempat orang itu langsaung ditahan di Rumah Tahanan Polisi (RTP) Polres Tanjung Balai,” kata Kapolres Tanjung Balai AKBP Irfan Rifai kepada awak media.

Dikatakan, tiga dari empat tersangka merupakan warga Kuala Silo Bestari, Tanjung Balai Utara, sedangkan PS adalah warga Tanjung Balai Selatan. Barang bukti yang juga diamankan berupa kaos lengan panjang berbercak darah dan celana milik korban, tongkat, senjata air soft gun tanpa magazane milik tersangka.

Menurut Irfan, akibat penganiayaan itu, WS mengalami luka robek, bibir terus mengeluarkan darah, mata kiri lembam, punggung luka robek. Dan, kejadian itu dilaporkan korban ke Polres Tanjung Balai.

Keterangan diperoleh mengatakan, pengeroyokan dikomandoi AS dan berawal dari kedatangan korban bersama Sarwoedi dan Junaidi (paman korban-red) untuk menagih uang penjualan lembu kepada tersangka.
Diduga, tersangka tak senang dengan keterlibatan korban yang saat itu berpakaian preman, mencampuri urusan soal jual beli sapi itu. AS memukul korban senjata soft gun.
Perbuatan AS diikuti tiga tersangka lainnya yang merupakan anak dan menantu AS. Sementara Sarwoedi dan Junaidi kabur meninggalkan korban ketakutan saat melihat tersangka menodongkan senjata api kepada korban.

Korban selamat dari kejadian fatal setelah kedatangan sejumlah anggota personil Polres Tanjung Balai ke lokasi. Pada hari itu, korban membuat laporan ke Polres Tanjung Balai. “Pelaku akan dijerat pasal 170 ayat (2), (1) subs 351 ayat (2),(1) lebih subs 335 dengan ancaman penjara diatas lima tahun,” tegas Irfan Rifai. (ign)

Baca Juga :   326 Kades Pandeglang Akan Ikut Bimtek ke Bali
Advertisement
Loading...
Loading…