Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Nasional

Sistem Zonasi untuk Pemerataan Pendidikan Nasional

Published

on

Jakarta,Realitarakyat.com. – Fraksi Partai NasDem DPR RI mendukung kebijakan pemerintah terkait sistem zonasi sekolah. Dimana kebijakan ini secara konseptual sudah berangkat dari visi untuk menjadikan rakyat Indonesia memiliki kapasitas dan kualitas pendidikan yang lebih baik.

“Yang harus kita akui adalah kekurangan dalam operasional pelaksanaan kebijakan ini,” tegas Wakil Ketua Fraksi Nasdem DPR, Zulfan Lindan Zulfan dalam diskusi di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy menjelaskan jika kebijakan ini tidak hanya untuk menjawab mereka yang mengeluh, melainkan sebagai kunci terakhir dalam upaya mengembalikan marwah pendidikan nasional.

Ada kondisi tidak sehat dengan sekolah, penyakit laten kastanisasi yang terbenuk karena struktur penyelenggaraan. Ini lahir dari kebijakan yang pernah dilakukan, berikut dampaknya adalah sekolah memasang passing grade, dan grade paling tinggi menjadi favorit.

“Konsekuensinya siswa yang tidak dapat masuk ke sekolah favorit dianggap kelas dua, dan seterusnya hingga siswa yang masuk ke sekolah yang tidak memasang passing grade dianggap sebagai paling rendah,” jelas Muhadjir.

Sistem grade ini kata Muhadjir, merupakan konstruksi pendidikan yang diwariskan kolonial. “Negara tidak mungkin membiarkan segregasi sosial terus-menerus. Kalau diamati, sekolah favorit ada di kota-kota besar. Mereka menempati bangunan peninggalan kolonial yang sebenarnya sudah tidak layak pakai. Tapi, itu terus dipaksakan untuk melanggengkan status dan perbedaan kelas,” tambah Muhadjir.

Sementara itu menjawab pro kontra masyarakat terhadap penerapan sistem zonasi itu, Muhadjir mengaku telah menginventarisir pendapat dari berbagai komponen masyarakat. Dari sekian banyak pendapat itu, berakhir pada memberi persetujuan terhadap sistem zonasi jika seluruh prasyarat dan faktor penentunya sudah bagus.

Menurut Muhadjir, system zonasi ini sudah dikaji beberapa tahun sebelumnya. Hanya saja, belum ada yang berani merealisasikan kebijakan ini. “Kalau masalahnya keberanian, saya bilang, saya berani. Mengapa kita harus terus menunda hal-hal yang baik demi menyelamatkan generasi muda bangsa ini,”  pungkasnya.

Baca Juga :   Pembakar Bendera Bertuliskan Tauhid Di Vonis 10 H Kurungan sedangkan Pembawa Bendera Di Vonis Bersalah

 

 

 

Advertisement
Loading...
Loading…