Connect with us

Nasional

Kapal Illegal Fishing Asal Vietnam Kembali Ditangkap

Published

on

Jakarta,Realitarakyat.com – Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menerima pelimpahan satu kapal ikan ilegal asal Vietnam yang ditangkap armada Badan Keamanan Laut (Bakamla) di Perairan Natuna Utara, pada Minggu (30/6/2019).

“Satu kapal ilegal asal Vietnam BV 8909 TS diserahterimakan dari Nakhoda KN Bintang Laut 401, Kapten Margono, kepada Satuan Pengawasan Natuna Kepulauan Riau pada Senin (1/7/2019),” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Agus Suherman, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Realitarakyat.com, Senin (1/7/2019).

Agus Suherman mengungkapkan, kapal yang diserahkan berikut awak kapal sebanyak 20 orang berkewarganegaraan Vietnam.

Selain itu, barang bukti yang ikut diserahkan berupa dokumen kapal, alat navigasi, alat tangkap pair trawl, serta ikan hasil tangkapan sebanyak kurang lebih 500 kg.

Kapal BV 8909 TS ditangkap oleh KN Bintang Laut 401 saat sedang melakukan penangkapan ikan tanpa dokumen perizinan yang sah dari pemerintah Indonesia, serta menggunakan alat tangkap dilarang di perairan ZEEI Laut Natuna Utara.

“Kapal BV 8909 TS ditangkap KN Bintang Laut – 401 pada Minggu (30/6/2019), sekitar pukul 02.00 WIB,” tambah Agus.

Selanjutnya, PPNS Perikanan Satwas Natuna akan melakukan proses penyidikan berdasarkan undang-undang perikanan.

PPNS Perikanan akan segera melakukan proses penyidikan. “Sesuai undang-undang perikanan, tersangka dapat diancam pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp 20 miliar,” jelas Agus Suherman.

Keberhasilan Bakamla menangkap kapal perikanan asing merupakan wujud kerja sama berbagai instansi yang berwenang dalam memberantas illegal fishing di perairan Indonesia. Dalam hal koordinasi pemberantasan illegal fishing, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2015 tentang Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Ilegal atau lebih dikenal dengan Satgas 115.

Melalui Satgas 115 yang terdiri dari Menteri Kelautan dan Perikanan sebagai Komandan Satgas; Wakil Kepala Staf TNI AL sebagai Kepala Pelaksana Harian Kabakamla, Kabaharkam, dan Jampidum sebagai Wakil Pelaksana Harian; serta dengan anggota yang terdiri dari berbagai unsur seperti KKP, TNI AL, POLRI, Kejaksaan Agung, dan Bakamla, upaya pemberantasan illegal fishing dilakukan dengan lebih bersinergi antarinstansi terkait.

Pelimpahan kasus kapal ikan asing ilegal dari Bakamla kepada PPNS Perikanan KKP merupakan salah satu wujud sinergi dan koordinasi aparat di lapangan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Bakamla atas kinerja dan sinergi dalam pemberantasan pencurian ikan di perairan Indonesia,” kata Agus Suherman yang juga menjabat sebagai Kepala Sekretariat Satgas 115.(Nanang)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Nasional

Mensos Dukung Pembangunan Workshop Khusus Penyandang Disabilitas

Published

on

Continue Reading

Nasional

Saut Situmorang Menaruh Harapan Besar pada Komioner KPK Mendatang

Published

on

foto: ist/net
Continue Reading

Nasional

PDIP Tekankan Para Petinggi BUMN Jaga Perilaku

Published

on

foto: ist/net
Continue Reading




Loading…