Connect with us

Daerah

Inilah PAM Kotapinang KPK Segera Usut Dan Periksa Dugaan Penyimpangan Angaran

Published

on

Inilah PAM Kotapinang KPK Segera Usut Dan Periksa Dugaan Penyimpangan Angaran

Labusel, realitarakyat.com-Inilah PAM Kotapinang yang terletak di lingkungan Tomutua Kecamatan Kotapinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan yang penuh misteri bagi masyarakat. Dimana kondisi tampak tidak terurus dan memprihatinkan, 3/7/2019.

Masyarakat Kotapinang sangat kecewa terhadap pihak Pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) dibangunnya PAM. Dimana sampai saat ini mulai sejak dibangun pada tahun 2013 belum berarti bagi masyarakat Kotapinang. Mereka menilai diera kepemimpinan Bupati Labusel H. Wildan Aswan Tanjung, SH, MM yang sudah menduduki jabatan dua periode gagal untuk mensejahtrakan masyarakat, hanya untuk berkemajuan untuk kepentingan kelompok dan pribadi. Masyarakat berharap kepada KPK segera usut dan periksa dugaan penyelewengan anggaran yang cukup besar Rp.24 miliyar bantuan dana hibah luar negeri digolontorkan untuk pembangunan Pengelolaan Air Minum (PAM) itu.

Sebelumnya, Warga Kotapinang Hasraruddin Nur Daulay yang juga mantan Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Labuhanbatu Selatan (2009-2014) mengatakan, “masyarakat sudah lama mendambakan air bersih yang merupakan kebutuhan masyarakat dan menurut informasi pada tahun 2013 Pemkab Labusel medapat batuan hibah luar negeri sejumlah Rp.24 miliyar, jika diperhitungkan dana yang terpakai sekitar 30 % untuk mebangun rumah mesin , kantor dan mesin untuk mengalirkan air bersih kerumah masyarakat. Tapi kenyataanya sampai saat ini hanya janji tinggal janji-janji dan masyarakat kecewa.

Hal yang sama juga ditambahkan salah seorang Tokoh Masyarakat Kotapinang berinisial IH (50) mengeluhkan dan mempertanyakan, “Musim kemarau akan tiba. Ancaman kekeringan segera menimpa.

PAM yang telah dibangun sudah bertahun-tahun, sampai sekarang tak berarti. Mungkin tidak lama lagi akan jadi butut.

Uang negara sudah cukup banyak kesitu. Baik untuk bangunannya maupun tanahnya. Dan sebenarnya, kalau itu bisa cepat beroperasi akan menjadi BUMD. Juga berharap diminta KPK segera mengusut untuk memeriksa PAM tersebut,”pintanya.(Haryan)

Baca Juga :   Rencana Laiskodat Rampingkan OPD, 11 Pejabat Bakal Jadi 'Korban'
Advertisement
Loading...
Loading…