Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Nasional

KPK Kecewa Atas Vonis Pengadilan Tinggi Untuk Lucas

Published

on

Jakarta, Realitarakyat.com – Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyebutkan, pihaknya kecewa atas putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang mengurangi hukuman Lucas dari 7 tahun menjadi 5 tahun.

Lucas adalah pengacara mantan Petinggi Lippo Group Eddy Sindoro yang dianggap terbukti menghalangi penyidik KPK. Dengan membantu Eddy Sindoro melarikan diri ke luar negeri.

“Setelah JPU mempelajari, kami kecewa karena hukuman pidana penjara diturunkan menjadi 5 tahun. Kami pandang terdepat kekeliruan penerapan kaidah penyertaan (deelneming) di sana sehingga KPK berencana melakukan upaya hukum kasasi ke MA,” ujar Febri lewat pesan singkat, Senin (1/7/2019).

Febri menambahkan, sebaiknya PT DKI Jakarta memiliki pemahaman yang sama dalam upaya memberantas korupsi, khususnya obstruction of justice dalam kasus Lucas.

Febri menyebutkan, perkara Lucas harus menjadi permasalahan yang serius. KPK berharap lembaga hukum lainnya bersama-sama membangun penegakan hukum.

“Apalagi diduga perbuatan yang menyangkut Lucas sudah direncakan sejak 2016. Sehingga nanti di proses kasasi, KPK sangat berharap pertimbangan yang lebih jernih, substansial, dan adil,” ucapnya.

Sebelumnya, Dilansir dari situs putusan.mahkamahagung.go.id, majelis hakim pada PT DKI menerima permintaan banding yang diajukan oleh penasihat hukum Lucas dan jaksa penuntut umum KPK.

“Mengubah putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sekadar mengenai lamanya pidana yang dijatuhkan kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 5 tahun dan denda sebesar Rp 600 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar akan diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan,” demikian bunyi putusan yang ditetapkan Rabu (26/6/2019).

Dalam salah satu pertimbangan majelis hakim tingkat banding, pengurangan vonis Lucas agar menghindari disparitas hukuman antara Lucas dan Eddy. Eddy sendiri dijatuhi vonis 4 tahun penjara. (Bisma Rizal)

Baca Juga :   Oesman Sapta: Salut, Ada Realisasi Kebhinekaan Pada Sosialisasi Empat Pilar MPR dan PPWI
Advertisement
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Nasional

Alami Trauma, Lathifa Minta Wanita Papua Direhabilitasi

Published

on

Politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Lathifa Al Anshori (berjilbab) / Realitarakyat.com

Jakarta, Realitarakyat.com – Terjadinya kerusuhan di Papua dan Papua barat bukan hanya memiliki dampak kerugian pada sektor ekonomi saja. Wanita Papua yang terkenal lembut dan ramah, banyak yang psikologisnya terganggu.

Melihat itu, Politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Lathifa Al Anshori meminta kepada pemerintah untuk melakukan rehabilitasi psikologi terhadap wanita papua yang mengalami trauma pasca kerusuhan di Papua.

“Saya menemui ada Ibu atau Mama Papua yang sedang mengandung mengalami trauma. Dimana sangat protektif dan mengambil sikap berjaga jaga dengan pembicaraan nada tinggi dan rata-rata begitu semua. Hal ini saya harap perlu dipulihkan jangan hanya ekonomi saja,” kata Lathifa dalam diskusi di kawasan, Jakarta, Minggu (15/9/2019).

Politsi wanita muda ini pun mengaku bahwa pemulihan dan menjaga perdamaian di satu daerah memang bukan perkerjaan yang mudah dan singkat. Oleh karena itu dirinya berharap semua pihak dapat saling gotong royong saling menjaga dan membangun Indonesia lebih baik.

“Menjaga dan mempertahankan kedamaian itu memang lebih sulit ketimbang kericuhan. Tapi kesulitan itu dapat terminimalisir bilamana ada kerjasama gotong royong dari semua pihak,” kata dia. [ipg]

Baca Juga :   Presiden Jokowi Teken PP Tentang Manajemen P3K, Honorer Bisa Diangkat Jadi PNS
Continue Reading

Nasional

Papua Bisa Jadi Tumpuan Dunia

Published

on

Peneliti Papua Center, Bambang Shergi Laksmono / Realitarakyat.com

Jakarta, Realitarakyat.com – Peneliti dari Papua Center, Bambang Shergi Laksmono mengatakan, usai terjadinya kerusuhan di Papua dan Papua Barat, seharusnya dapat menjadi motivasi semua pihak, untuk bersatu membangun lebih baik, dan lebih maju.

Dirinya berkeyakinan bila semua aspek bersatu, masalah Papua yang begitu kompleks dapat menjadi suplemen penguatan agar bumi cendrawasih menjadi tumpuan dunia.

“Masalah yang begitu kompleks jangan menjadi halangan tetapi menukan solusi bagaimana secara global Papua tidak hanya menjadi tumpuan nasional, tetapi juga menjadi tumpuan ekonomi dunia,” kata Bambang dalam sebuah diskusi di kawasan Jakarta, Minggu (15/9/2019).

Usai terjadi kerusuhan, Bambang pun optimis perhatian pemerintah ke Papua dan Papua Berat akan seimbang layaknya seperti pemindahan Ibukota ke Kalimantan Timur.

Dimana dirinya menyampaikan semua aspek yang ada akan diperhatikan tidak hanya soal infrastruktur tetapi juga sektor lainnya.

“Saya nilai pemerataan pembangunan di Papua pasti akan efektif layaknya di Kalimantan karena hal ini terjadi secara bersamaan sehingga penuntasannya pun akan dilakukan secara waktu yang sama,” kata dia. [ipg]

Baca Juga :   DPD Minta Pemerintah Segera Rekonstruksi – Rehabilitasi Gempa Lombok
Continue Reading

Nasional

Penumpang Pesawat Diimbau Pantau Status Penerbangan

Published

on

Jakarta, Realitarakyat.com – Meski sejumlah penerbangan ada yang dibatalkan, bandara-bandara Angkasa Pura II saat ini tetap beroperasi, Pembatalan tersebut dilakukan dengan memperhatikan faktor keselamatan.

Sejumlah penerbangan dibatalkan dengan pertimbangan keselamatan penerbangan. (Foto: ist/net)

“Kami mengimbau kepada para penumpang pesawat agar memperhatikan informasi terkini. Khususnya terkait status penerbangan, menyusul adanya asap yang berpotensi mengganggu jarak pandang penerbangan,” kata VP of Corporate Communications Angkasa Pura II Yado Yarismano.

Menurutnya, informasi mengenai status penerbangan terkini dapat diketahui dari maskapai yang mengoperasikan penerbangan tersebut. Sejauh ini Lion Air Group telah menginformasikan pembatalan sebanyak 20 penerbangan.

Diantaranya terdapat rute penerbangan di bandara Angkasa Pura II, yang terletak di Sumatera (Kualanamu, Jambi, Pekanbaru) dan Kalimantan (Palangkaraya). Dia menambahkan, personil Angkasa Pura II di seluruh bandara akan menyiapkan segala sesuatunya demi kenyamanan penumpang di terminal.

Khususnya bagi penumpang yang terdampak keterlambatan atau pembatalan penerbangan akibat adanya asap. Angkasa Pura II secara intens juga berkoordinasi dengan pihak terkait seperti AirNav Indonesia, BMKG dan maskapai terkait dengan operasional penerbangan.

“Faktor utama adalah keselamatan dan keamanan penerbangan.  Informasi terbaru akan selalu disampaikan kepada masyarakat dan juga penumpang pesawat,” tandasnya.

Dikatakan, bandara Angkasa Pura II yang ada di Kalimantan, Sumatera, Bangka Belitung dan Kepulauan Riau masih tetap beroperasi. Namun pihaknya tetap mengimbau agar penumpang pesawat memperhatikan informasi terbaru dari maskapai terkait status penerbangan.

Di Sumatera, Angkasa Pura II mengelola Bandara Sultan Iskandar Muda (Aceh), Kualanamu (Deli Serdang), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Minangkabau (Padang), Sultan Thaha (Jambi), Silangit (Siborong-borong) dan Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang).

Sementara itu di Kalimantan, Angkasa Pura II mengelola Bandara Supadio (Pontianak) dan Tjilik Riwut (Palangkaraya). Di Bangka Belitung, Angkasa Pura II mengelola Bandara Depati Amir (Pangkal Pinang) dan di Kepulauan Riau ada Bandara Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang).[sas]

Baca Juga :   PKS: Sebelum Naikan Iuran BPJS Kesehatan, Benahi Dulu Pengelolaan Manajemennya

 

Continue Reading
Loading…