Connect with us

Politik

Kader Gerindra Inginkan Tetap Oposisi

Published

on

Jakarta, REalitarakyat.com. – Anggota Dewan Penasihat DPP Partai Gerindra Raden Muhammad Syafi’i (Romo Syafi’i) mengakui jika di internal Gerindra terjadi perdebatan di antara para kader soal posisi partai pasca-Pilpres 2019. Mayoritas hampir pasti sepakat menjadi oposisi.

“Ada juga usul bergabung dengan koalisi pendukung pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Tapi, mayoritas kader ingin Gerindra tetap menjadi oposisi,” tegas anggota Komisi III DPR RI, Roma Syafii ini di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Senin (1/7/2019).

Menurut Syafi’i, Gerindra sudah terbiasa menjadi oposisi. Karena itu, perdebatan mengenai arah dan sikap partai sudah semakin berkurang.

Pada pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono periode 2009-2014, Gerindra juga oposisi pemerintah. Demikian pula pada periode 2014-2019 tetap opoisi di pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

“Jadi, karena sudah terbiasa menjadi oposisi maka perbedaan pendapat apakah menjadi partai pendukung atau menjadi oposisi itu perdebatannya semakin berkurang,” pungkas Syafi’i.

Sebelumnya, Gerindra disebut-sebut akan bergabung dalam pemerintahan Jokowi – Ma’ruf Amin. Bahkan Presiden Jokowi setelah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Minggu (30/6) kemarin, menyatakan terbuka untuk semua partai yang bergabung dalam peemrintahan 2019 – 2024.

Baca Juga :   Tamsil: Pemerintah Jokowi Harus Bisa Buat Kebijakan Avtur Satu Harga
Advertisement
Loading...
Loading…