Connect with us

Ekonomi

Jaga Inflasi, Menteri Perekonomian Fokus Atasi Gejolak Harga Pangan

Published

on

Jakarta,Realitarakyat.com – Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, tingkat kenaikan harga-harga barang dan jasa atau inflasi sepanjang Januari-Juni 2019 mencapai 2,05 persen. Tingginya harga pangan menjadi sorotan.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, inflasi sepanjang enam bulan pertama tahun ini cukup tinggi. Tugas berat menanti karena target inflasi hingga akhir tahun dipatok 3,5 persen plus minus 1 persen.

Menurut Darmin, harga pangan akan menjadi fokus pemerintah bersama pihak terkait seperti Bank Indonesia (BI) dan pemerintah daerah. Pasalnya, harga pangan masih menjadi pendorong utama inflasi Juni.

“Bahan makanan yang agak tinggi. Inflasi inti 0,38 persen, ya sedikit tinggi lah. Musimnya nggak bagus,” kata dia di kantornya, Jakarta, Senin (1/7/2019) saat jumpa pers.

Mantan gubernur BI itu memastikan akan mengambil langkah konkret dalam waktu dekat untuk menekan harga pangan. Hal ini, kata dia, harus dilakukan sesegera mungkin supaya tidak telat.

“Inflasi itu kan bisa diturunkan, itu bedanya dengan yang lain. Artinya harus ada upaya sungguh-sungguh supaya dia tetap di kisaran 3,5 persen. Kalau nggak akan di atas 4 persen itu,” ucap dia.

BPS mengumumkan inflasi Juni mencapai 0,55 persen setelah harga pangan atau bahan makanan mengalami inflasi 1,63 persen dan andil 0,38 persen. Komoditas yang menyumbang inflasi di antaranya cabai merah, ikan segar, dan aneka sayuran.(Wahyu)

Baca Juga :   Presiden Jokowi Minta RAPBN 2020 Harus Untuk Mengentaskan Kemiskinan
Advertisement
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Loading…

#Trending