Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Daerah

As Intel Bantah Gagal Kawal Proyek NTT Fair

Published

on

Kupang, realitarakyat.com – Asisten Intelejen (As Intel) Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT, Bambang Setyadi membantah jika tim TP4D Kejati NTT gagal dalam mengawal proyek pembangunan gedung NTT Fair tahun 2018 senilai Rp 29 miliar.

Bambang menegaskan bahwa jika para pihak yang terkait didalam proyek tersebut terbuka dalam proses pembangunan gedung bernilai Rp 29 miliar itu maka tidak akan jadi seperti demikian.

“Jika para pihak terkait terbuka dalam proses pekerjaan gedung NTT Fair maka tidak akan jadi begini,” kata As Intel Kejati NTT, Bambang Setyadi kepada wartawan, Minggu (30/6).

Menurut Bambang, pihaknya tidak mengurus hingga fisik proyek atau fisik pekerjaan proyek tersebut. TP4D berfungsi hanya mengawasi, monitoring dan mengawal.

“Kami tidak urus sampai pencairan atau fisik proyek karena kami hanya kawal, monitoring dan awasi saja,” katanya.

Ditegaskan Bambang, jika dalam proses pekerjaan terdapat kekeliriuan dari kontraktor maka TP4D wajib memberikan arahan untuk dilakukan perbaikan terhadap kesalahan pekerjaan.

Ditegaskan Bambang, tim TP4D Kejati NTT telah mencabut permintaan pengawalan dari pihak terkait sebelum Tipidsus Kejati NTT melakukan penyelidikan atas proyek itu.

Bahkan, lanjutnya, TP4D Kejati NTT juga telah memberikan arahan sesuai aturan yang ada dalam proses pekerjaan gedung NTT Fair namun tidak diindahkan oleh pihak pengelola proyek.

“Kami sudah cabut permintaan pengawalan dalam proyek sebelum penyelidikan dilakukan bahkan kami juga sudah berikan arahan sesuai kaidah dan aturan yang berlaku tapi tidak diindahkan,”tegas Bambang.

Ditambahkan Bambang, dalam proses pengawalan.TP4D Kejati NTT selalu meminta laporan fisik pekerjaan untuk dilakukan evaluasi agar proses pekerjaan berjalan dengan baik.

Bambang kembali menegaskan bahwa tim TP4D Kejati NTT tidak pernah gagal dalam mengawal dan monitoring proyek NTT Fair.”hal ini terjadi karena tidak adanya keterbukaan dari pengelola proyek,” terang Bambang.(rey)

Baca Juga :   AJK - PK NTT Menilai Jaksa Takut Tetapkan Frans Lebu Raya Sebagai Tersangka
Advertisement
Loading...
Loading…